Jakarta – Di tengah gegap gempita perayaan Idulfitri, Suhur, seorang pekerja Kilang Pertamina RU VI Balongan, memilih untuk tetap siaga di ruang panel kontrol. Baginya, momen Lebaran bukan berarti libur dari tanggung jawab menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.
"Tidak masalah tidak ikut Lebaran, yang penting energi tetap terjaga dan keberadaan kita bermanfaat," ujar Suhur, dengan nada bangga.

Suhur, yang telah mengabdi di Kilang Balongan sejak awal beroperasi pada tahun 1993, menjadi saksi hidup perjalanan panjang kilang tersebut. Bersama rekan-rekannya, ia memastikan setiap tahapan pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar berjalan lancar, mendukung mobilitas dan aktivitas industri di berbagai pelosok negeri.
Suhur hanyalah satu dari ribuan pekerja Pertamina yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026/1447 H. Mereka tanpa lelah mengawasi operasional kilang selama 24 jam penuh, memastikan proses pengolahan energi tetap stabil di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Lebaran.
Pertamina sendiri telah mengaktifkan Satgas Ramadan dan Idulfitri sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi strategis untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi energi, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan layanan dan pasokan energi tetap optimal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan energi agar ketersediaannya tetap terjaga untuk semua.
"Pertamina telah menyiagakan seluruh infrastruktur energi, mulai dari hulu hingga hilir, selama 24 jam. Kami memproyeksikan adanya kenaikan konsumsi BBM dan LPG, namun kami berharap masyarakat juga ikut berpartisipasi dengan menggunakan energi secara hemat dan sesuai kebutuhan," kata Baron.
Kisah Suhur dan ribuan pekerja Pertamina lainnya menjadi bukti nyata dedikasi dan pengorbanan para pahlawan energi yang rela merayakan Lebaran di balik panel kontrol, demi memastikan roda kehidupan terus berputar bagi seluruh masyarakat Indonesia.



