lahatsatu.com – Bank Indonesia kembali menggebrak pasar dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin, kini mencapai 5,75 persen. Langkah strategis ini ditempuh untuk mempercepat penguatan nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global. Respons cepat datang dari Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan, yang angkat bicara mengenai potensi penyesuaian suku bunga kredit di perbankan.
Menyikapi kenaikan BI-Rate, Riduan menjelaskan bahwa pihaknya masih akan memantau perkembangan pasar secara seksama sebelum mengambil keputusan terkait suku bunga pinjaman. Menurutnya, kebijakan menaikkan atau menahan bunga kredit sangat bergantung pada strategi bank dalam menghimpun dana dari masyarakat. "Penyesuaian suku bunga, baik itu naik atau tidak, sangat ditentukan oleh bagaimana kami berhasil mengumpulkan pendanaan dari publik," ujar Riduan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis lalu.

Lebih lanjut, Riduan menegaskan bahwa kinerja Bank Mandiri hingga pertengahan tahun ini masih menunjukkan capaian yang sesuai target. Ia juga menyoroti rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bank Mandiri yang tetap terjaga rendah, yakni di angka 0,97 persen. "NPL Mandiri sangat rendah, hanya 0,97 persen, jadi sejauh ini kami tidak terlalu khawatir. Tren kualitas kredit kami masih sangat baik," tambahnya.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto diketahui memanggil jajaran direksi dan komisaris bank-bank BUMN atau H




