Amerika Serikat berpotensi menghadapi krisis energi akibat booming pembangunan pusat data yang didorong oleh tren kecerdasan buatan (AI). Penelitian gabungan Whisker Labs dan DC Byte, yang menganalisis data dari satu juta rumah yang terpasang sensor, menunjukkan korelasi kuat antara keberadaan pusat data dan masalah pasokan listrik. Rumah-rumah yang berjarak kurang dari 32 kilometer dari pusat data mengalami distorsi daya terburuk, mengakibatkan kerusakan elektronik, peningkatan risiko kebakaran, dan bahkan pemadaman listrik skala besar.
Lonjakan kebutuhan energi menjadi penyebab utama. Pusat data AI membutuhkan daya yang sangat besar untuk menjalankan komputasi intensif, operasi 24/7, dan sistem pendinginan yang kompleks. Sebagai contoh, pelatihan model AI seperti ChatGPT-3 membutuhkan data dalam jumlah fantastis – menggunakan lebih dari 250 miliar halaman web dari Commoncrawl, dengan penambahan miliaran halaman baru setiap bulannya.

Aman Joshi, Kepala Komersial Bloom Energy, memperingatkan bahwa infrastruktur listrik saat ini tidak dirancang untuk menangani fluktuasi beban yang ekstrem dari banyak pusat data secara bersamaan. Situasi diperparah oleh lokasi pusat data AI yang seringkali berada di luar kota, memperburuk ketidakseimbangan pasokan energi di daerah tersebut. Ancaman krisis listrik ini menjadi tantangan serius bagi Amerika Serikat di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.




