Kekhawatiran Ekonomi Hantui Warga AS di Tengah Kebijakan Trump

Jakarta – Sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) kian terasa di kalangan warganya. Indeks kepercayaan konsumen pada bulan lalu merosot tajam, turun 5,4

Agus sujarwo

Kekhawatiran Ekonomi Hantui Warga AS di Tengah Kebijakan Trump

Jakarta – Sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) kian terasa di kalangan warganya. Indeks kepercayaan konsumen pada bulan lalu merosot tajam, turun 5,4 poin ke angka 93, mencerminkan kecemasan yang meluas.

Menurut laporan Lahatsatu, Rabu (25/6/2025), penurunan ini melanda semua kelompok politik, namun paling terasa di antara pendukung Partai Republik. Sempat ada harapan setelah kesepakatan dagang AS-China tercapai, namun kekhawatiran kembali membayangi akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump dan tensi geopolitik di Timur Tengah.

Kekhawatiran Ekonomi Hantui Warga AS di Tengah Kebijakan Trump
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Stephanie Guichard, ekonom senior The Conference Board, menyoroti peningkatan perhatian terhadap isu geopolitik dan kerusuhan sosial, meskipun dampaknya masih lebih kecil dibandingkan isu tarif. Tarif impor menjadi perhatian utama karena dikhawatirkan memicu dampak negatif pada ekonomi dan harga-harga.

Elizabeth Renter, ekonom senior NerdWallet, menekankan bahwa ketidakpastian ini dapat menekan pengeluaran konsumen. "Jika Anda tidak yakin berapa besar tagihan belanjaan Anda dalam beberapa bulan mendatang, sulit untuk menganggarkannya," ujarnya.

Gubernur The Federal Reserve, Jerome Powell, mengakui bahwa dampak tarif yang lebih tinggi belum tercermin dalam data inflasi utama. Namun, harga barang-barang tertentu, seperti elektronik, sudah mulai merangkak naik.

Survei menunjukkan bahwa banyak konsumen menunda pembelian barang elektronik dan rumah. Meskipun demikian, pembelian barang mahal lainnya seperti mobil dan peralatan rumah tangga masih menunjukkan tren yang kuat.

Selain itu, semakin banyak konsumen yang memprediksi resesi dalam 12 bulan ke depan. Optimisme terhadap prospek pekerjaan, pendapatan masa depan, dan kondisi bisnis juga mengalami penurunan.

"Dalam situasi seperti ini, wajar jika konsumen enggan melakukan pembelian besar," kata Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union. "Mereka cenderung berhati-hati dan hanya membeli rumah, mobil, dan peralatan jika benar-benar dibutuhkan. Ini adalah ‘ekonomi kehati-hatian’," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1