Kejutan BI Rate Bikin Rupiah Perkasa Asing Serbu

lahatsatu.com – Sebuah gebrakan tak terduga dari Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026, telah memicu

Agus sujarwo

Kejutan BI Rate Bikin Rupiah Perkasa Asing Serbu

lahatsatu.com – Sebuah gebrakan tak terduga dari Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026, telah memicu gelombang positif di pasar keuangan domestik. Keputusan yang diambil di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan ini sontak menarik perhatian investor global, mengalirkan kembali modal asing ke Tanah Air.

Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI, mengungkapkan bahwa antusiasme investor mancanegara terlihat jelas. Dana segar membanjiri instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan juga Surat Berharga Negara (SBN). "Setelah kebijakan BI Rate naik menjadi 5,50% dan imbal hasil SRBI serta SBN menguat, investor asing merespons sangat positif bauran kebijakan ini," jelas Denny dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (12/6/2026).

Kejutan BI Rate Bikin Rupiah Perkasa Asing Serbu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

BI mencatat, arus masuk modal asing ke SRBI melonjak pasca-lelang pada 10 Juni 2026. Tak hanya itu, investor asing juga kembali aktif berburu SBN, khususnya untuk tenor jangka pendek dan menengah, menunjukkan kepercayaan yang meningkat terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Dampak langsung dari derasnya aliran dana asing ini adalah penguatan signifikan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda tampil perkasa di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), bahkan berhasil menembus batas psikologis di bawah level Rp 18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar dolar AS pada hari ini berada di angka Rp 17.957, melemah 31 poin atau 0,17% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Bank Sentral menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika pasar keuangan, baik di kancah global maupun domestik. Tujuannya adalah menjaga daya pikat instrumen keuangan dalam negeri agar tetap menjadi magnet bagi investasi asing. "BI juga akan terus memaksimalkan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur," imbuh Denny. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga rupiah tetap stabil dan kuat di tengah gejolak ekonomi global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar