Jakarta, Lahatsatu.com – Iran dikabarkan telah memberikan izin kepada sejumlah negara sahabat untuk melintasi Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang vital bagi lalu lintas perdagangan dunia. Kebijakan ini diumumkan oleh Konsulat Jenderal Iran di Mumbai, mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Menurut unggahan di media sosial X, lima negara yang mendapat lampu hijau untuk melintasi Selat Hormuz adalah China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan. Tidak ada nama Indonesia dalam daftar negara yang diizinkan tersebut.

Keputusan Iran ini muncul setelah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz. Guterres menekankan bahwa penutupan berkepanjangan selat tersebut telah mengganggu pasokan minyak, gas, dan pupuk, yang berdampak signifikan pada musim tanam global. Ia juga mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk mengakhiri konflik di Asia Barat, serta meminta Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik.
Sebelumnya, misi Iran di New York menyatakan bahwa kapal-kapal yang dianggap "tidak bermusuhan" diizinkan melintas Selat Hormuz dengan syarat berasal dari negara yang tidak terlibat atau mendukung agresi terhadap Iran, serta mematuhi aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku. Pelayaran kapal-kapal tersebut juga wajib dikoordinasikan dengan otoritas Iran.




























