Jakarta, Lahatsatu.com – Di tengah tensi tinggi akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, Iran dilaporkan memberikan pengecualian bagi sejumlah negara untuk melintasi Selat Hormuz. Selat strategis ini merupakan jalur vital bagi sekitar 20% pengiriman minyak global dari Timur Tengah.
Sebelumnya, Iran sempat mengumumkan penutupan Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$100 per barel. Kondisi ini membuat beberapa negara berupaya mendekati Teheran untuk meminta jaminan keamanan bagi kapal-kapal mereka.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa beberapa negara telah mengajukan permohonan jalur aman dan keputusan akhir berada di tangan militer Iran. Beberapa negara yang kapalnya telah diizinkan melintas antara lain:
- Pakistan: Kapal tanker Aframax berbendera Pakistan, Karachi, dilaporkan berhasil keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada Minggu (15/3).
- India: Duta Besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, menyatakan bahwa Iran memberikan izin khusus bagi beberapa kapal India untuk melewati selat tersebut. Dua kapal tanker berbendera India yang membawa gas petroleum cair menuju pelabuhan di India barat juga telah melintas.
- Turki: Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu, mengonfirmasi bahwa satu kapal Turki yang sebelumnya tertahan di dekat Iran telah diizinkan melintas setelah mendapat izin dari otoritas Iran.
- China: Saat ini, China sedang dalam tahap negosiasi dengan Iran untuk memastikan kapal pengangkut minyak mentah dan gas alam cair mereka dari Qatar dapat melewati Selat Hormuz dengan aman.
- Prancis dan Italia: Kedua negara Eropa ini dikabarkan telah meminta pembicaraan dengan Iran terkait izin bagi kapal-kapal mereka untuk melintasi selat tersebut.



