TEHERAN – Iran membuat gebrakan dengan mencabut larangan akses terhadap WhatsApp dan Google Play. Pengumuman yang mengejutkan ini disampaikan media pemerintah Iran pada Selasa (26/12) lalu, menandai babak baru dalam kebijakan internet negara yang selama ini dikenal sangat ketat.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pelonggaran akses internet yang lebih luas. Keputusan tersebut, menurut laporan kantor berita resmi IRNA, diambil dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Masoud Pezeshkian. IRNA mengabarkan, "Pemungutan suara mayoritas telah menyetujui pencabutan pembatasan akses ke beberapa platform asing populer, termasuk WhatsApp dan Google Play."

Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran, Sattar Hashemi, menegaskan bahwa ini baru langkah awal dalam mengurangi pembatasan internet. Keputusan ini, diyakini sebagai respons terhadap tekanan domestik dan internasional yang menginginkan kebebasan informasi lebih besar. Sebelumnya, pada September lalu, Pemerintah Amerika Serikat telah meminta perusahaan teknologi global untuk membantu melawan sensor internet di sejumlah negara, termasuk Iran.
Di tengah masyarakat Iran, khususnya kalangan muda yang sangat bergantung pada platform digital, pencabutan larangan ini disambut gembira. Akses terhadap WhatsApp dan Google Play selama ini sangat penting bagi komunikasi dan akses informasi mereka. Namun, kebijakan baru ini juga akan diuji seiring dinamika politik dalam negeri yang terus berkembang. Republik Islam Iran selama ini dikenal menerapkan salah satu kontrol internet terketat di dunia, memblokir akses ke sejumlah platform media sosial besar berbasis AS seperti Facebook, Twitter, dan YouTube.




