Investor AS Gelisah: Konflik Timur Tengah dan Gejolak Domestik Picu Ketidakpastian

Jakarta, Lahatsatu.com – Investor di Amerika Serikat (AS) dilanda kekhawatiran menjelang dibukanya kembali pasar modal pada Minggu malam. Kombinasi antara meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur

Agus sujarwo

Investor AS Gelisah: Konflik Timur Tengah dan Gejolak Domestik Picu Ketidakpastian

Jakarta, Lahatsatu.com – Investor di Amerika Serikat (AS) dilanda kekhawatiran menjelang dibukanya kembali pasar modal pada Minggu malam. Kombinasi antara meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gelombang protes di dalam negeri AS telah menciptakan atmosfer ketidakpastian yang tinggi.

Kontrak berjangka saham AS diperkirakan akan menjadi fokus utama para investor. Pasar perdagangan berjangka dijadwalkan dibuka pukul 6 sore waktu setempat. Ekspektasi terhadap volatilitas pasar saham jangka pendek pun meningkat tajam. Indeks Volatilitas Cboe, yang dikenal sebagai "pengukur rasa takut" Wall Street, melonjak 2,8 poin dan ditutup pada level 20,82 pada hari Jumat, menandai penutupan tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

Investor AS Gelisah: Konflik Timur Tengah dan Gejolak Domestik Picu Ketidakpastian
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Michael Thompson, seorang manajer portofolio di Little Harbor Advisors, menyatakan bahwa peningkatan volatilitas saham berjangka mengindikasikan keengganan pelaku pasar modal untuk mengambil risiko besar. "Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi lindung nilai jangka pendek," ujarnya.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat, tiga indeks saham utama AS mencatatkan kinerja negatif, dengan S&P 500 mengalami penurunan terdalam sebesar 1,14%. Harga minyak melonjak akibat kekhawatiran terhadap pasokan. Sementara itu, harga emas dan indeks Dolar AS juga mengalami kenaikan, menggarisbawahi peran keduanya sebagai aset safe haven yang optimal.

Dua Faktor Utama Pemicu Kekhawatiran

Kekhawatiran investor terutama dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, eskalasi konflik antara Israel dan Iran. Kedua, gejolak politik dan sosial di dalam negeri AS akibat unjuk rasa yang menentang kebijakan Presiden Donald Trump.

Israel melancarkan serangkaian serangan di Iran pada hari Jumat dan Sabtu, dengan target fasilitas nuklir, pabrik rudal, dan sejumlah komandan militer. Israel mengklaim operasi ini bertujuan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Iran merespons dengan serangan udara balasan ke Israel pada Jumat malam, dengan ledakan dilaporkan terdengar di Yerusalem dan Tel Aviv. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan pihaknya akan meningkat, sementara Iran membatalkan perundingan nuklir yang telah diupayakan dengan Amerika Serikat.

Selain itu, Israel dilaporkan menyerang industri minyak dan gas Iran untuk pertama kalinya, dengan media pemerintah Iran melaporkan kebakaran di ladang gas.

Di sisi lain, kondisi dalam negeri AS juga memanas akibat protes yang diselenggarakan oleh koalisi "No Kings" untuk menentang kebijakan Trump. Beberapa jam sebelum protes dimulai pada hari Sabtu, seorang pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi menembaki dua politisi Minnesota dan pasangan mereka, menewaskan anggota dewan negara bagian Demokrat Melissa Hortman dan suaminya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1