Investasi Apple di Indonesia Tembus Rp16 Triliun, Dua Pabrik Baru Bakal Terbangun

Jakarta – Raksasa teknologi Apple berencana menggelontorkan investasi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun di Indonesia. Informasi ini didapat dari sumber Bloomberg

Agus sujarwo

Investasi Apple di Indonesia Tembus Rp16 Triliun, Dua Pabrik Baru Bakal Terbangun

Jakarta – Raksasa teknologi Apple berencana menggelontorkan investasi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun di Indonesia. Informasi ini didapat dari sumber Bloomberg yang menyebutkan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui rencana tersebut setelah pertemuan akhir pekan lalu yang membahas negosiasi antara pemerintah dan Apple.

Investasi jumbo ini akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan dua pabrik baru di Indonesia. Salah satunya berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, dan akan memproduksi AirTag, perangkat pelacak milik Apple. Pabrik ini ditargetkan mempekerjakan sekitar 1.000 orang dan berkontribusi hingga 20% terhadap total produksi AirTag global. Pemilihan Batam didasarkan pada kedekatannya dengan Singapura (sekitar 45 menit perjalanan feri) dan statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), yang memberikan keringanan pajak.

Investasi Apple di Indonesia Tembus Rp16 Triliun, Dua Pabrik Baru Bakal Terbangun
Gambar Istimewa : cdn1.katadata.co.id

Pabrik Apple kedua akan memproduksi aksesoris, meskipun jenisnya belum diungkapkan secara detail oleh sumber tersebut. Saat ini, Apple telah memiliki satu pabrik di Bandung, Jawa Barat, yang memproduksi busa untuk headphone AirPods Max.

Selain pabrik, Apple juga berkomitmen membangun fasilitas pelatihan dan pengembangan talenta digital, Apple Developer Academy. Tiga akademi telah beroperasi di Indonesia, dengan total investasi mencapai Rp 1,71 triliun (data Kementerian Perindustrian). Rencana pembangunan akademi keempat dijadwalkan pada tahun 2025.

Sebelumnya, pembangunan Apple Developer Academy ini terkait dengan persyaratan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar Apple dapat menjual produknya di Indonesia. Setelah penundaan pembangunan akademi keempat, Kementerian Perindustrian sempat mengkaji ulang sertifikasi TKDN Apple. Namun, negosiasi akhirnya membuahkan hasil dengan peningkatan signifikan nilai investasi Apple, dari US$ 10 juta menjadi US$ 1 miliar, disertai komitmen pembangunan pabrik baru.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1