Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah harap-harap cemas menantikan hasil negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat (AS). Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan diharapkan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua negara.
"Belum ada hasilnya, kita masih menunggu," ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Seperti diketahui, Presiden AS saat itu, Donald Trump, menetapkan tenggat waktu penundaan tarif resiprokal hingga 8-9 Juli 2025. Indonesia sendiri telah mengajukan tawaran negosiasi beberapa bulan sebelumnya.
Budi berharap, kesepakatan yang tercapai nantinya akan adil bagi kedua belah pihak. Ia bahkan mengimpikan penghapusan seluruh tarif impor dari AS. "Ya kalau perlu nggak ada tarif impor dari sana. Ya penginnya kan begitu kan. Ya hapus semua. Jadi kita cari yang adil lah ya nanti," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan tarif resiprokal 0% dari AS. Indonesia telah memberikan penawaran kedua kepada AS sebagai tindak lanjut dari pembicaraan sebelumnya.
"Ini lanjutan dari pembicaraan, karena kita sudah memberikan proposal, ada counter proposal, kemudian kita kirim proposal lagi," kata Airlangga pada Rabu (2/7/2025).
Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mencapai kesepakatan yang optimal demi menjaga stabilitas ekonomi dan kelancaran perdagangan antara kedua negara.




