lahatsatu.com – Pasar modal Indonesia pagi ini Kamis 11 Juni 2026 menyajikan drama yang mengejutkan. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG sempat mengawali perdagangan dengan lesu terperosok ke zona merah namun tak butuh waktu lama untuk berbalik arah dan melaju kencang menuju area positif. Fenomena ini membuat banyak investor terheran-heran dengan volatilitas yang terjadi.
Pada pembukaan sesi perdagangan IHSG sempat tergelincir ke level 5.88929 anjlok 022 persen atau setara 1307 poin dari penutupan sebelumnya. Pergerakan awal indeks berada di kisaran 5.89926 dengan titik tertinggi sempat menyentuh 5.92955 dan terendah di 5.85057. Namun memasuki pukul 929 WIB angin segar berhembus kencang. IHSG secara dramatis berbalik arah menguat signifikan hingga menyentuh level 5.974.

Volume transaksi yang tercatat cukup masif mencapai 360 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 214 triliun. Frekuensi transaksi juga tinggi mencapai 259.927 kali. Data menunjukkan 226 saham berhasil menguat 297 saham melemah dan 191 saham lainnya stagnan menggambarkan dinamika pasar yang kompleks.
Sementara itu bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Nikkei Jepang terpantau melemah tipis 029 persen. Berbeda dengan Hang Seng Hong Kong yang berhasil menguat 022 persen. Di sisi lain Shanghai Composite Index Tiongkok juga terpantau melemah 014 persen.
Ratih Mustikoningsih Financial Expert Ajaib Sekuritas dalam risetnya memprediksi IHSG hari ini akan bergerak fluktuatif dalam rentang 5.800 hingga 5.900. Beberapa sentimen utama menjadi pendorong dan penekan pergerakan indeks.
Dari dalam negeri IHSG menunjukkan rebound yang cukup kuat dengan kenaikan 55 persen secara week to date hingga 10 Juni 2026. Namun di balik penguatan ini investor asing masih mencatatkan penjualan bersih atau outflow di pasar reguler senilai Rp 552 triliun. Bank Indonesia BI juga melaporkan Indeks Kepercayaan Konsumen IKK pada Mei 2026 menurun ke angka 1209 dari 123 di bulan sebelumnya. Angka ini merupakan yang terendah sejak September 2025.
Penurunan optimisme konsumen ini sejalan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak BBM dan LPG non-subsidi serta kenaikan suku bunga BI sebesar 50 basis poin pada Mei 2026. IKK berpotensi melanjutkan tren penurunan di tengah ekspektasi suku bunga tinggi yang berkelanjutan dengan potensi kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin lagi pada Juni 2026 dari level saat ini 55 persen.
Dinamika pasar global juga turut memengaruhi pergerakan IHSG. Bursa Wall Street Amerika Serikat kompak melemah pada 10 Juni 2026 dengan Indeks Nasdaq anjlok 198 persen dan S&P 500 merosot 162 persen. Pasar merespons rilis data inflasi AS Mei 20




