Heboh Serapan Kerja Melonjak Saat PHK Menggila

lahatsatu.com – Di tengah hiruk pikuk kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap menghiasi pemberitaan, sebuah data mengejutkan muncul membawa angin segar bagi perekonomian nasional.

Agus sujarwo

Heboh Serapan Kerja Melonjak Saat PHK Menggila

lahatsatu.com – Di tengah hiruk pikuk kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kerap menghiasi pemberitaan, sebuah data mengejutkan muncul membawa angin segar bagi perekonomian nasional. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, Indonesia berhasil menciptakan dan menyerap lebih dari 1,45 juta lapangan kerja baru. Angka fantastis ini bahkan melonjak 15 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan ini terjadi di tengah berbagai isu PHK yang melanda sejumlah sektor. Menurutnya, meskipun ada tantangan, jumlah individu yang mendapatkan pekerjaan melalui pembukaan lapangan kerja baru dan investasi segar justru meningkat pesat.

Heboh Serapan Kerja Melonjak Saat PHK Menggila
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Jumlah tenaga kerja yang terserap di semester satu 2026 mencapai 1,45 juta orang. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 15 persen dari tahun lalu. Jadi, di tengah berbagai isu PHK, kita melihat adanya peningkatan tinggi dalam penciptaan lapangan kerja baru berkat investasi," jelas Airlangga dalam sebuah konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta.

Peningkatan penyerapan tenaga kerja ini tidak lepas dari derasnya arus investasi yang masuk ke Tanah Air. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi pada paruh pertama tahun 2026 telah menembus angka Rp 1.010 triliun. Angka ini menjadi pendorong utama di balik lahirnya jutaan pekerjaan baru.

Airlangga lebih lanjut memaparkan bahwa sektor hilirisasi dan manufaktur menjadi tulang punggung utama dalam penyerapan tenaga kerja. Sekitar 30 persen dari total realisasi investasi tersebut dialokasikan untuk proyek-proyek hilirisasi. Khususnya di Pulau Jawa, sektor manufaktur menjadi motor penggerak utama.

Selain itu, industri makanan dan minuman juga menunjukkan kinerja luar biasa dengan pertumbuhan sekitar 10 persen, turut menyumbang jumlah tenaga kerja yang cukup besar. Sektor pariwisata, baik dari turis domestik maupun mancanegara, juga berperan penting dalam membuka banyak peluang kerja baru. Kedua sektor ini, bersama hilirisasi dan manufaktur, menjadi pilar utama peningkatan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar