lahatsatu.com – Petugas gabungan Bea Cukai Juanda Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I dan Satgaspam Lanudal Juanda berhasil membongkar upaya penyelundupan narkotika skala besar di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Seorang penumpang pesawat dari Kuala Lumpur tertangkap basah menyembunyikan ribuan pil ekstasi dan sabu di tubuhnya dengan modus yang mengejutkan.
Penindakan heroik ini bermula dari pengawasan ketat terhadap kedatangan penumpang pesawat rute Kuala Lumpur Malaysia menuju Surabaya pada Rabu lalu. Berdasarkan analisis risiko yang mendalam, petugas mencurigai seorang penumpang berinisial DI berusia 21 tahun sebagai target berisiko tinggi.

Saat penumpang tersebut tiba di area pabean petugas segera mengarahkannya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kecurigaan semakin menguat setelah dilakukan body tapping yang mengindikasikan adanya benda tersembunyi pada tubuh DI. Pemeriksaan fisik mendalam pun dilakukan dan hasilnya sungguh mencengangkan.
Petugas menemukan empat bungkus kristal putih dengan berat bruto sekitar 990 gram yang diduga kuat metamfetamina atau sabu. Tak hanya itu empat bungkus lain berisi 1.089 butir pil yang diyakini ekstasi atau MDMA juga berhasil diamankan. Seluruh barang haram tersebut disembunyikan secara rapi dengan dililitkan menggunakan korset pada bagian perut dada dan punggung pelaku.
Hasil pengujian awal menggunakan Narcotics Identification Kit NIK dan alat Rigaku secara cepat mengonfirmasi bahwa kristal putih tersebut positif metamfetamina dan pil-pil yang ditemukan positif MDMA. Setelah penemuan ini tersangka beserta seluruh barang bukti segera diserahkan kepada Satgaspam Lanudal Juanda untuk proses penyidikan lebih lanjut dan pengembangan jaringan.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I Rusman Hadi menegaskan bahwa keberhasilan penindakan ini adalah bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengawasan berbasis analisis risiko dan sinergi kuat antaraparat penegak hukum.
"Modus penyelundupan narkotika terus berevolusi dan semakin canggih. Oleh karena itu Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen dan analisis risiko serta bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk mencegah masuknya barang terlarang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat," ujar Rusman Hadi.
Keberhasilan ini menjadi penegasan komitmen Bea Cukai dalam menjaga perbatasan negara dari ancaman peredaran narkotika sekaligus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum demi melindungi seluruh lapisan masyarakat Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkoba.




