Pakistan – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dua kali dalam sebulan terakhir di Pakistan memicu kepanikan dan antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Masyarakat berbondong-bondong menyerbu SPBU untuk mengisi tangki kendaraan mereka, khawatir harga akan terus melonjak.
Kondisi ini dipicu oleh keputusan pemerintah Pakistan yang menaikkan harga BBM secara signifikan. Awal Maret 2026, harga BBM telah dinaikkan sekitar 20 persen. Kemudian, pada awal April 2026, kenaikan kembali terjadi dengan persentase yang lebih tinggi, membuat warga semakin resah.

Antrean panjang kendaraan terlihat di berbagai kota besar seperti Karachi dan Islamabad. Warga rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM dengan harga yang dianggap masih "terjangkau" sebelum ada kenaikan lagi.
Menurut informasi yang dihimpun Lahatsatu, lonjakan harga BBM di Pakistan ini merupakan imbas dari gejolak pasar energi global yang dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi ini berdampak langsung pada harga komoditas energi di berbagai negara, termasuk Pakistan.



