Jakarta – Pemerintah optimistis transaksi e-commerce di Indonesia akan melesat hingga Rp40 triliun selama periode Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2024. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp25,7 triliun. Target ambisius tersebut dipatok untuk periode 10-11 Desember dan 13-16 Desember, bertepatan dengan momen diskon besar-besaran 12.12.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan optimismenya tersebut di sela-sela acara media gathering ShopTokopedia di Jakarta, Kamis (12/12). Menurut Budi, peningkatan transaksi di akhir tahun menunjukkan tren positif, meskipun ada kekhawatiran akan penurunan daya beli masyarakat. Ia pun mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum Harbolnas dan memasarkan produknya melalui platform e-commerce.

Harbolnas, yang pertama kali digelar pada 2012, kini telah menjadi kampanye belanja online terbesar di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 407 peserta, termasuk pedagang, ritel daring, dan platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, TikTok Shop, Tokopedia, dan Blibli, turut berpartisipasi. Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan nilai transaksi sebesar 13%-16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta peningkatan kontribusi produk lokal di atas 50%, melampaui capaian tahun lalu sebesar 48,1%.
Beberapa platform e-commerce telah menyiapkan berbagai promo menarik untuk Harbolnas 2024. TikTok Shop Tokopedia misalnya, menghadirkan Promo Guncang 12.12, Superbrand Day, Waktu Indonesia Belanja (WIB), dan Beli Lokal. Sementara Shopee menyatakan komitmennya mendukung Harbolnas melalui strategi live shopping, khususnya pada puncaknya tanggal 12 Desember. Momentum Harbolnas diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM.




























