Jakarta, Lahatsatu.com – Grup Bakrie melalui PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) kini menjadi pemilik tunggal Jalan Tol Cimanggis-Cibitung setelah mengakuisisi seluruh saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Kesepakatan jual beli (Sale & Purchase Agreement) ditandatangani dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dan PT Waskita Toll Road (WTR) di Jakarta, Jumat (28/11).
Sebelumnya, Grup Bakrie telah memiliki 10% saham CCT, baik secara langsung melalui BTI maupun melalui induk usahanya, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menjelaskan bahwa akuisisi ini merupakan peluang strategis untuk mengkonsolidasikan kepemilikan penuh atas CCT, sejalan dengan divestasi yang dilakukan SMI dan WTR. "Transaksi ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mengoptimalkan sinergi usaha, meningkatkan kontrol operasional dan strategis atas aset jalan tol, serta mendorong kontribusi pendapatan terhadap kinerja konsolidasi Grup Bakrie," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).
Lebih lanjut, Anindya menjelaskan bahwa langkah ini memperkuat posisi Grup Bakrie dalam sektor infrastruktur nasional, sesuai dengan strategi bisnis jangka panjang yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan manufaktur.
Wakil Direktur Utama BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, menambahkan bahwa akuisisi dilakukan melalui pembelian 72.000.000 lembar saham atau sekitar 90% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam CCT. Rinciannya, 44.000.000 saham CCT dibeli dari SMI (55%) dan 28.000.000 saham dari WTR (35%) dengan nilai akuisisi mencapai Rp 1 triliun.
Selain saham, akuisisi ini juga mencakup piutang SMI dan WTR kepada CCT sebesar Rp 2,565 triliun yang menjadi pokok pinjaman dari pemegang saham.
Ardiansyah menekankan pentingnya ruas jalan tol Cimanggis-Cibitung yang strategis. "Ruas jalan tol ini merupakan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di ruas tol lain, terutama Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, jalan tol ini juga meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi, serta mendorong pertumbuhan kawasan industri dan ekonomi di sekitar Jabodetabek," pungkasnya.




