Grab, perusahaan transportasi dan layanan digital asal Singapura, kembali mencatatkan keuntungan pada kuartal III tahun ini. Setelah merugi selama dua kuartal berturut-turut, Grab berhasil meraih keuntungan sebesar US$ 15 juta atau setara dengan Rp 236,1 miliar (kurs Rp 15.742 per US$).
"Kuartal ketiga merupakan periode yang kuat bagi kami," ujar CEO Grab Group, Anthony Tan, dalam keterangan pers, Selasa (12/11). "Investasi yang kami lakukan di seluruh bisnis telah berhasil mempercepat pertumbuhan transaksi layanan on-demand."

Kinerja Grab selama kuartal III, yang meliputi periode Juli hingga September, menunjukkan pertumbuhan yang positif secara tahunan (yoy). Anthony Tan menambahkan, "Kami tetap optimistis dengan prospek pertumbuhan jangka panjang di Asia Tenggara. Kami terus berupaya menangkap tren permintaan pengguna yang kuat, meningkatkan peluang pendapatan bagi mitra, dan mendorong inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi."
Peter Oey, Chief Financial Officer Grab, mengungkapkan bahwa EBITDA yang Disesuaikan terus meningkat selama 11 kuartal berturut-turut. Arus kas bebas yang disesuaikan pada kuartal III juga merupakan yang tertinggi sejak perusahaan berdiri.
"Dengan momentum yang kuat di seluruh bisnis, kami berharap dapat mencatatkan pertumbuhan GMV on-demand pada kuartal keempat, serta meningkatkan prospek pendapatan dan EBITDA yang Disesuaikan sepanjang tahun," kata Peter Oey.




