Gilimanuk Macet Total Akibat Blokade

lahatsatu.com – Aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah pengemudi truk di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memicu dampak domino yang cukup serius bagi arus

Agus sujarwo

Gilimanuk Macet Total Akibat Blokade

lahatsatu.com – Aksi protes yang dilakukan oleh sejumlah pengemudi truk di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memicu dampak domino yang cukup serius bagi arus lalu lintas lintas Jawa-Bali. Blokade yang dilakukan para pengemudi tersebut mengakibatkan kemacetan parah di kedua sisi penyeberangan, terutama di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang sempat dilaporkan mengalami antrean kendaraan hingga mencapai 6,6 kilometer pada Sabtu malam.

Aksi penyampaian aspirasi ini bermula di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang pada Sabtu sore. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemicu utama ketegangan ini adalah adanya kebijakan penyesuaian muatan kapal yang ditetapkan oleh KSOP Tanjung Wangi. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mitigasi keselamatan pelayaran menyusul kondisi cuaca ekstrem dan dinamika maritim yang tidak menentu.

Gilimanuk Macet Total Akibat Blokade
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dengan kecepatan 10-15 knots dari arah utara. Selain itu, arus laut juga tercatat cukup kuat dengan kecepatan di atas 1,2 m/s, yang memaksa otoritas pelabuhan untuk memperketat pengaturan muatan kapal, khususnya untuk jenis kapal LCT yang mengangkut truk berukuran besar dan sedang.

Menanggapi situasi yang kian memanas, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mengambil langkah cepat untuk meredam konflik dan memulihkan layanan. Pihak ASDP menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan normalisasi operasional guna mengurai antrean kendaraan yang menumpuk secara bertahap.

"Setelah tercapainya kesepakatan bersama melalui mediasi, prioritas kami adalah mempercepat pemulihan layanan. Kami terus mengoptimalkan kapasitas kapal yang tersedia dengan mempercepat siklus pelayanan serta mengatur muatan sesuai dengan karakteristik masing-masing kapal," ungkap perwakilan ASDP dalam keterangan resminya pada Minggu (27/9/2026).

Untuk mengatasi penumpukan, ASDP menerapkan strategi distribusi kendaraan yang lebih terstruktur. Kendaraan dengan bobot muatan di atas 30 ton kini diarahkan khusus menggunakan kapal LCM. Sementara itu, kendaraan dengan muatan di bawah 30 ton dialihkan melalui kapal MB 1, 2, 3, dan 4. Pembagian ini bertujuan agar seluruh fasilitas pelabuhan dapat bekerja secara maksimal dan tidak terjadi penumpukan pada satu jenis armada saja.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan antara petugas, regulator, dan operator untuk mempercepat proses sandar hingga keberangkatan kapal. Meskipun demikian, dampak kemacetan masih terasa hingga Minggu siang. Di sisi Ketapang, antrean kendaraan dilaporkan mencapai 12 kilometer, sedangkan di sisi Gilimanuk, antrean mencapai 3 kilometer hingga kawasan Pertigaan Cekik.

Saat ini, ASDP telah mengerahkan 25 unit kapal untuk melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk. Pihak manajemen juga mengimbau para pengguna jasa, terutama sektor logistik, untuk tetap bersabar dan mengikuti instruksi petugas di lapangan demi kelancaran proses pemulihan arus penyeberangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar