Gas Berbau Menyengat di Karawang Diselidiki

lahatsatu.com – Insiden pelepasan gas misterius yang melanda kawasan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 di Karawang, Jawa Barat, kini tengah menjadi perhatian

Agus sujarwo

Gas Berbau Menyengat di Karawang Diselidiki

lahatsatu.com – Insiden pelepasan gas misterius yang melanda kawasan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 di Karawang, Jawa Barat, kini tengah menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat dengan menyatakan akan menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian guna melakukan investigasi mendalam serta memastikan penanganan dampak insiden berjalan secara optimal.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) tersebut sempat memicu kekhawatiran besar di tengah masyarakat sekitar. Pelepasan gas yang disertai bau menyengat tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, termasuk sesak napas. Menanggapi situasi darurat ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyampaikan rasa prihatinnya atas dampak yang menimpa warga dan para pekerja.

Gas Berbau Menyengat di Karawang Diselidiki
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami sangat prihatin atas insiden pelepasan gas di PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 yang berdampak langsung pada masyarakat sekitar. Bagi kami, keselamatan serta kesehatan masyarakat dan tenaga kerja adalah prioritas yang tidak bisa ditawar," tegas Putu dalam keterangan resminya pada Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan kronologi awal yang dihimpun, bencana ini diduga kuat dipicu oleh reaksi kimia yang tidak terduga. Kejadian bermula saat hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut. Air hujan yang mengenai material tertentu di area persiapan pengiriman diduga memicu reaksi kimia yang menghasilkan asap dan gas berbau tajam. Laporan pertama mengenai munculnya gas ini tercatat sekitar pukul 04.52 WIB.

Meski tim tanggap darurat perusahaan dikabarkan telah melakukan upaya pengendalian sejak pukul 04.55 WIB, dampak kesehatan tetap tidak dapat dihindari. Sejumlah warga yang terdampak telah dilarikan ke klinik dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak perusahaan sendiri dilaporkan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk mengamankan area serta menangani warga yang terdampak.

Putu menjelaskan bahwa meskipun saat ini situasi di lokasi dilaporkan sudah mulai terkendali, Kemenperin tidak akan tinggal diam. Tim akan melakukan inspeksi lapangan secara menyeluruh untuk membedah akar permasalahan. Fokus utama pemeriksaan meliputi prosedur penyimpanan bahan kimia, cara penanganan material di area terbuka, hingga evaluasi terhadap standar keselamatan kerja (K3) yang diterapkan oleh perusahaan.

"Kami akan melakukan inspeksi lanjutan untuk memastikan sumber masalahnya. Kami perlu mengevaluasi bagaimana prosedur penyimpanan dan penanganan bahan kimia dilakukan di sana. Hasil dari pemeriksaan ini harus menghasilkan langkah perbaikan konkret agar kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan," tambahnya.

Kemenperin juga menekankan bahwa setiap perusahaan industri wajib memikul tanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan dari operasional mereka. Selain memastikan pemulihan kesehatan warga, perusahaan juga dituntut untuk memperkuat sistem mitigasi risiko guna melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar kawasan industri. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi menjamin industri nasional yang aman dan berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar