Emas Budaya Penggerak Ekonomi Sulbar

lahatsatu.com – Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kini tengah menunjukkan taringnya dalam peta ekonomi regional melalui perpaduan antara tradisi dan industri. Di tengah deru mesin pembangunan,

Agus sujarwo

Emas Budaya Penggerak Ekonomi Sulbar

lahatsatu.com – Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kini tengah menunjukkan taringnya dalam peta ekonomi regional melalui perpaduan antara tradisi dan industri. Di tengah deru mesin pembangunan, geliat ekonomi daerah ini tidak hanya ditopang oleh sektor-sektor masif, tetapi juga oleh kelembutan jemari para perajin kain tenun Sekomandi yang terus menjaga warisan leluhur tetap hidup.

Tenun Sekomandi bukan sekadar lembaran kain biasa. Di Desa Bambu, Mamuju, kain ini menjadi simbol ketahanan ekonomi masyarakat lokal. Proses pembuatannya yang masih sangat tradisional—mulai dari memintal kapas menjadi benang hingga menenunnya dengan motif khas—menjadikan produk ini memiliki nilai seni dan ekonomi yang sangat tinggi. Keunikan inilah yang kemudian menjadi daya tarik bagi pasar yang mencari produk autentik sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Sulawesi Barat.

Emas Budaya Penggerak Ekonomi Sulbar
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara makro, performa ekonomi Sulawesi Barat menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian wilayah ini mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada triwulan III tahun 2026. Pertumbuhan kumulatif (c-to-c) tercatat mencapai angka 5,29 persen, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di provinsi ini sedang berada dalam jalur yang kuat.

Menariknya, pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh satu sektor tunggal. Sektor industri pengolahan muncul sebagai primadona dengan mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 15,38 persen. Angka ini menunjukkan adanya transformasi industri yang cukup masif di Sulawesi Barat. Selain itu, sektor pertanian juga memberikan kontribusi besar dengan pertumbuhan sebesar 8,26 persen, disusul oleh sektor konstruksi yang tumbuh stabil di angka 8,13 persen.

Keberhasilan sektor industri pengolahan ini memberikan angin segar bagi industri kerajinan seperti tenun Sekomandi. Meskipun skala produksinya berbeda dengan industri manufaktur besar, keberadaan tenun Sekomandi menjadi representasi nyata dari bagaimana industri berbasis budaya dapat menyokong struktur ekonomi daerah. Produk kerajinan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai tradisional dapat berjalan beriringan dengan modernisasi ekonomi.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus merangkak naik, tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga agar sektor-sektor berbasis kearifan lokal seperti tenun Sekomandi tetap mendapatkan panggung yang layak. Sinergi antara pertumbuhan sektor konstruksi dan pertanian dengan penguatan industri kreatif diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif di Sulawesi Barat. Jika dikelola dengan baik, kain Sekomandi tidak hanya akan menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga menjadi komoditas unggulan yang mampu menembus pasar global dan memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar