Jakarta – Sejumlah tokoh teknologi terkemuka menghadiri jamuan makan malam bersama mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Gedung Putih. Nama-nama besar seperti Mark Zuckerberg (Meta), Tim Cook (Apple), Bill Gates (Microsoft), Sam Altman (OpenAI), Sundar Pichai (Google), dan Satya Nadella (Microsoft) tampak hadir dalam acara tersebut.
Namun, satu nama yang absen dari daftar tamu adalah CEO Tesla, Elon Musk. Ketidakhadirannya menimbulkan pertanyaan, mengingat posisinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi.

Trump sendiri, dalam acara yang digelar Kamis waktu setempat, melontarkan pujian kepada para pemimpin teknologi yang hadir. Ia menyebut mereka sebagai "pemimpin revolusi dalam bisnis dan kecerdasan" dan menyatakan kebanggaannya atas kelompok dengan IQ tinggi tersebut. Beberapa tokoh, termasuk Zuckerberg, Nadella, dan Pichai, bahkan diminta untuk menyampaikan pandangannya. Bill Gates memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyoroti kemajuan teknologi vaksin dan memuji inisiatif Operation Warp Speed yang diluncurkan oleh Trump.
Menanggapi absennya dari acara tersebut, Elon Musk melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya menjelaskan bahwa dirinya memang diundang, namun berhalangan hadir. Ia memastikan bahwa perwakilannya akan hadir dalam jamuan makan malam tersebut.
"Saya diundang, tetapi sayangnya tidak bisa hadir. Seorang perwakilan saya akan ada di sana," tulis Musk.
Hubungan antara Musk dan Trump diketahui sempat mengalami keretakan. Musk pernah keluar dari lingkaran pemerintahan dan mengkritik kebijakan Trump terkait belanja negara dan kasus Epstein. Ia bahkan sempat berjanji untuk membentuk partai politik baru bernama America Party, meskipun hingga kini belum terealisasi.
Meskipun demikian, Trump baru-baru ini kembali memberikan sinyal positif terkait hubungannya dengan Musk. Ia bahkan meramalkan bahwa Musk akan kembali bergabung dengan Partai Republik. Trump menyebut Musk sebagai sosok yang "80% super jenius, tapi 20% bermasalah," dan meyakini bahwa jika masalah tersebut dapat diselesaikan, Musk akan menjadi sosok yang luar biasa.




