Ekonomi Solid, S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia

Jakarta, Lahatsatu.com – Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings kembali menegaskan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dengan mempertahankan peringkat kredit pada level ‘BBB’

Agus sujarwo

Jakarta, Lahatsatu.com – Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings kembali menegaskan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dengan mempertahankan peringkat kredit pada level ‘BBB’ dengan outlook stabil. Keputusan ini disambut positif oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menjelaskan bahwa S&P memberikan penilaian positif ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid, penerapan kebijakan ekonomi yang hati-hati, serta kemampuan pemerintah dalam mengelola utang publik secara bijaksana. Outlook stabil yang diberikan juga mencerminkan keyakinan S&P terhadap keberlanjutan disiplin fiskal yang diterapkan pemerintah.

Ekonomi Solid, S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

S&P memproyeksikan defisit fiskal Indonesia akan tetap terjaga di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam tiga tahun mendatang. Di tengah tantangan global yang masih berlanjut, kebijakan fiskal Indonesia dinilai tetap terukur dan konsisten.

Lembaga pemeringkat tersebut juga memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia akan tetap tinggi, mencapai sekitar 5% per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Permintaan domestik diyakini akan terus menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Seiring dengan itu, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia juga diperkirakan akan meningkat, mencapai US$ 5.000 pada tahun ini.

Deni menambahkan, inovasi pembiayaan pembangunan seperti pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara, yang juga menjadi perhatian S&P, diharapkan dapat mempercepat pembiayaan proyek strategis nasional dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, program pemerintah seperti penyediaan makan bergizi gratis dan pembangunan tiga juta rumah diyakini akan memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga momentum pertumbuhan domestik.

Stabilitas faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi PDB Indonesia juga dinilai akan tetap terjaga, didukung oleh kebijakan hilirisasi industri berbasis komoditas yang secara konsisten didorong oleh pemerintah. Investasi pada sektor hilir, seperti pembangunan smelter nikel baru dan pabrik baterai kendaraan listrik yang akan segera beroperasi, diyakini akan mendukung kinerja eksternal di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

S&P juga mencatat potensi peningkatan peringkat kredit Indonesia di masa mendatang apabila pemerintah terus berupaya memperkuat stabilitas faktor eksternal. Deni menegaskan bahwa pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus waspada terhadap dinamika dan risiko eksternal, seperti yang telah berhasil dilalui pada tahun-tahun sebelumnya.

"Prioritas akan tetap difokuskan pada pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional yang solid," pungkas Deni.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1