lahatsatu.com – Euforia pertandingan Timnas Indonesia selalu memberikan dampak positif yang luar biasa, tidak hanya bagi mental para pemain di lapangan, tetapi juga bagi ekonomi kerakyatan di sekitarnya. Fenomena ini terlihat jelas di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (28/9/2026). Menjelang laga krusial melawan rival abadi, Malaysia, dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026, para pedagang atribut sepak bola mendadak merasakan lonjakan pendapatan yang sangat signifikan.
Suasana di sekitar stadion tampak jauh lebih meriah dibandingkan hari-hari biasanya. Ribuan suporter yang datang dengan semangat membara untuk mendukung Garuda membuat permintaan terhadap berbagai perlengkapan pendukung meningkat tajam. Para pedagang kaki lima hingga pemilik kios kecil tampak sibuk menjajakan berbagai macam produk, mulai dari jersey Timnas Indonesia, syal, topi, hingga bendera merah putih yang siap dikibarkan di tribun penonton.

Salah satu pedagang atribut mengaku bahwa hari pertandingan Timnas adalah momen yang paling dinanti-nantikan. Ia mengungkapkan bahwa omzet penjualannya melonjak hingga 100 persen dibandingkan hari biasa. "Kalau hari biasa, pembeli hanya sedikit. Tapi kalau sudah ada jadwal Timnas main, apalagi melawan Malaysia, suasananya beda sekali. Pembeli membludak dari sore hari," ujarnya di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan.
Variasi produk yang ditawarkan pun sangat beragam untuk menyasar berbagai lapisan ekonomi suporter. Untuk urusan jersey, pedagang menyediakan berbagai pilihan kualitas atau grade. Ada jersey dengan harga terjangkau mulai dari Rp75 ribu bagi suporter yang ingin tampil hemat, hingga jersey dengan kualitas premium yang dibanderol dengan harga ratusan ribu rupiah. Keberagaman harga ini membuat para pendukung dari berbagai kalangan tetap bisa menunjukkan identitas mereka sebagai pendukung setia Timnas Indonesia.
Antusiasme suporter tidak hanya terlihat dari jumlah massa yang memadati area stadion, tetapi juga dari perilaku konsumtif mereka. Banyak dari pendukung yang sengaja menyisihkan uang untuk membeli atribut baru sebelum memasuki area stadion. Hal ini menciptakan perputaran uang yang cepat di kawasan SUGBK, yang secara tidak langsung membantu menggerakkan roda ekonomi mikro di Jakarta.
Pertandingan melawan Malaysia sendiri dijadwalkan akan dimulai pada pukul 19.30 WIB. Dengan tensi pertandingan yang diprediksi tinggi, para pedagang berharap tren positif ini terus berlanjut hingga peluit akhir dibunyikan. Bagi mereka, setiap gol yang tercipta di lapangan hijau bukan hanya kemenangan bagi bangsa, tetapi juga berkah rezeki yang melimpah bagi para pejuang ekonomi di pinggir lapangan.




