E-commerce Indonesia: Rp 487 Triliun Transaksi Online di 2024, Live Shopping Jadi Raja

Jakarta – Transaksi belanja online di Indonesia diprediksi mencapai angka fantastis: Rp 487 triliun pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023

Agus sujarwo

E-commerce Indonesia:  Rp 487 Triliun Transaksi Online di 2024, Live Shopping Jadi Raja

Jakarta – Transaksi belanja online di Indonesia diprediksi mencapai angka fantastis: Rp 487 triliun pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp 453 triliun. Salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan ini adalah popularitas fitur live shopping.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan jumlah pengguna platform belanja online akan meningkat 11,9% dari 58,63 juta pada tahun lalu menjadi 65,65 juta di tahun 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa 37,79% UMKM kini berjualan secara online.

E-commerce Indonesia:  Rp 487 Triliun Transaksi Online di 2024, Live Shopping Jadi Raja
Gambar Istimewa : cdn1.katadata.co.id

Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kemendag, Rifan Ardianto, mengungkapkan fakta menarik: hampir 80% konsumen tertarik dengan live shopping, dan 60% dari mereka melakukan pembelian karena merasa seperti berbelanja secara langsung. Hal ini dikonfirmasi oleh riset Jakpat yang menunjukkan 87% konsumen e-commerce menonton live shopping, dan 77% melakukan transaksi setelahnya. Perempuan, khususnya, terlihat lebih aktif, dengan 69% yang menonton fitur ini.

Tren ini juga diamini oleh pelaku bisnis. Nikita Wiradiputri, CEO sekaligus Co-Founder Dear Me Beauty, mencatat peningkatan signifikan dalam transaksi melalui live shopping. Ia bahkan telah melibatkan ratusan kreator konten untuk memandu penjualan secara langsung. Sementara itu, Verrell Valentinus Gunawan, CEO No Void Minds, mengungkapkan perusahaan mereka memanfaatkan live shopping selama 24 jam penuh, dibantu oleh para afiliator. Ruth Setiaty, Chief Business Unit Retail Officer Minimal, bahkan menyatakan live shopping berkontribusi hingga 70% terhadap total penjualan perusahaan.

Laporan gabungan Google, Temasek, dan Bain ("e-Conomy SEA 2024") memperkirakan transaksi e-commerce di Indonesia akan mencapai US$ 65 miliar atau sekitar Rp 1.027 triliun (kurs Rp 15.805 per US$) pada tahun ini, meningkat 11% dibandingkan tahun lalu. Kontribusi fitur live streaming dan video pendek pun meningkat drastis, dari 5% pada 2022 menjadi 20% di tahun ini.

Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, menekankan pentingnya strategi video commerce dan live shopping bagi bisnis e-commerce. Ia menambahkan bahwa konten yang dibuat oleh kreator sangat berpengaruh pada keputusan pembelian konsumen. Data menunjukkan sekitar 44% pembeli menggunakan video sebagai penentu keputusan belanja online.

Meskipun demikian, tantangan masih ada. UMKM, terutama di daerah tertinggal, masih menghadapi kendala akses internet dan kebutuhan pelatihan pemasaran digital. Pertumbuhan pesat e-commerce ini, yang merupakan sektor dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi digital Indonesia (diperkirakan US$ 90 miliar atau Rp 1.424 triliun), menunjukkan potensi besar sekaligus tantangan yang perlu diatasi bersama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1