lahatsatu.com – Sesi perdagangan pagi ini menjadi awal yang berat bagi mata uang Garuda. Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan dominasinya yang tak terbendung, menekan Rupiah hingga ke level yang mengkhawatirkan. Pergerakan greenback yang perkasa ini sontak memicu kekhawatiran di pasar keuangan domestik.
Menurut data yang dihimpun Bloomberg, pada Rabu pagi, dolar AS langsung tancap gas. Sekitar pukul 09.05 WIB, nilai tukar dolar AS sudah bertengger di angka Rp 17.732, mencatat penguatan tipis 0,04 persen. Namun, dominasi dolar AS tak berhenti di situ. Hanya berselang beberapa menit, tepatnya pukul 09.08 WIB, mata uang Paman Sam ini kembali melonjak tajam, mencapai level Rp 17.746.

Tidak hanya terhadap Rupiah, dolar AS juga menunjukkan performa beragam di hadapan mata uang global lainnya. Dolar AS berhasil mengukuhkan posisinya dengan menguat 0,04 persen terhadap Euro (EUR) dan 0,01 persen terhadap Dolar Kanada (CAD). Sementara itu, pergerakan dolar AS terhadap Poundsterling Inggris (GBP) terpantau stagnan, menunjukkan keseimbangan kekuatan.
Namun, dominasi dolar AS tidak berlaku mutlak di semua lini. Terhadap Dolar Australia (AUD), greenback justru harus mengakui kelemahan tipis, merosot 0,01 persen. Kondisi serupa juga terjadi saat berhadapan dengan Yen Jepang (JPY) yang membuat dolar AS melemah 0,06 persen, serta Franc Swiss (CHF) di mana dolar AS anjlok 0,10 persen. Fluktuasi ini menandakan dinamika pasar global yang kompleks, meskipun secara umum dolar AS masih menjadi primadona di awal pekan ini.




