lahatsatu.com – Pasar keuangan Indonesia pagi ini dikejutkan oleh lonjakan signifikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut kini melesat menembus level Rp 17.905, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Kenaikan ini bukan sekadar angka, melainkan lonjakan 87 poin atau setara 0,49% dari posisi sebelumnya.
Data terkini yang dihimpun menunjukkan bahwa dominasi dolar AS tak hanya terasa di hadapan rupiah. Sejumlah mata uang utama dunia lainnya juga dibuat tak berdaya menghadapi penguatan dolar AS. Euro, dolar Singapura, yuan China, dolar Australia, dan pound sterling semuanya merasakan tekanan penguatan ini.

Namun, tidak semua mata uang tunduk begitu saja. Yen Jepang menjadi pengecualian, berhasil menahan laju dolar AS dan bahkan mencatat penguatan tipis sebesar 0,25%. Sementara itu, dolar AS justru mengukuhkan posisinya dengan kenaikan 0,05% terhadap dolar Singapura, melonjak 0,8% di hadapan Euro, dan menguat 0,09% terhadap yuan China. Di sisi lain, dolar Australia melemah 0,25% dan pound sterling 0,08% di hadapan mata uang Paman Sam yang kian perkasa.




