Jakarta, Lahatsatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa cadangan batu bara Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 31,95 miliar ton. Angka ini kontras dengan produksi batu bara yang mencapai 836,12 juta ton pada periode yang sama, mengindikasikan eksploitasi yang masif.
Data yang terhimpun dalam Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batu Bara Nasional tahun 2025 menunjukkan komposisi cadangan batu bara berdasarkan kalorinya. Cadangan batu bara berkalori rendah mendominasi dengan 24,05 miliar ton, diikuti oleh kalori sedang sebesar 4,54 miliar ton, dan kalori tinggi sejumlah 3,35 miliar ton.

Sementara itu, sumber daya batu bara Indonesia tercatat lebih besar, yaitu 97,96 miliar ton. Rinciannya terdiri dari 67,33 miliar ton batu bara kalori rendah, 15,52 miliar ton kalori sedang, dan 15,1 miliar ton kalori tinggi.
Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat bahwa cadangan batu bara tersebut tersebar di 1.656 lokasi yang mencakup 23 provinsi di seluruh Indonesia. Data ini dihimpun dari berbagai sumber, termasuk 59 pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), 6 Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), 873 IUP, 562 lokasi eks IUP, dan 160 lokasi hasil penyelidikan Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP).
Eksploitasi batu bara yang terus-menerus dengan tingkat produksi yang tinggi menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan cadangan batu bara nasional di masa depan. Pemerintah perlu menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan energi dengan upaya konservasi sumber daya alam demi kepentingan generasi mendatang.




