Bitcoin Tembus Rp1,52 Miliar, Akankah Sentuh Rp1,59 Miliar di Desember?

Artikel ini dilansir dari Cerita.co.id. Harga Bitcoin menunjukan kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2024, dengan peningkatan sebesar 129% secara year-to-date (YTD). Saat ini, Bitcoin

Agus sujarwo

Bitcoin Tembus Rp1,52 Miliar, Akankah Sentuh Rp1,59 Miliar di Desember?

Artikel ini dilansir dari Cerita.co.id. Harga Bitcoin menunjukan kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2024, dengan peningkatan sebesar 129% secara year-to-date (YTD). Saat ini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di angka Rp1,52 miliar, mendekati level psikologis Rp1,59 miliar atau sekitar US$100.000. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk halving Bitcoin pada April 2024, kondisi makroekonomi global, dan meningkatnya minat investor institusional.

Halving Bitcoin, yang mengurangi hadiah blok menjadi 3,125 BTC, menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga. Sejarah menunjukkan bahwa halving seringkali memicu lonjakan harga karena berkurangnya pasokan. Sejak halving, harga Bitcoin telah meningkat lebih dari 85%, menembus Rp1,51 miliar (sekitar US$95.000) pada awal Desember.

Bitcoin Tembus Rp1,52 Miliar, Akankah Sentuh Rp1,59 Miliar di Desember?
Gambar Istimewa : imagedelivery.net

Fyqieh Fachrur dari Tokocrypto melihat tren ini sebagai indikasi optimisme pasar yang kuat. Ia menyatakan bahwa halving menciptakan efek domino yang tidak hanya menggerakkan pasar, tetapi juga meningkatkan minat investor pada Bitcoin sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian global. Namun, ia juga mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi tantangan besar.

Selain dampak halving, status Bitcoin sebagai "emas digital" di tengah kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian geopolitik juga menarik minat investor. Kebijakan ramah kripto dari hasil Pemilihan Presiden AS juga turut memperkuat sentimen positif. Kontrak Bitcoin Futures di Chicago Mercantile Exchange (CME) bahkan telah dua kali menembus angka Rp1,59 miliar (US$100.200), memberikan harapan bahwa harga spot Bitcoin akan segera menyusul.

Meskipun demikian, data on-chain menunjukkan potensi konsolidasi jangka pendek. Relative Strength Index (RSI) Bitcoin berada di angka 61, mendekati wilayah overbought, yang mengindikasikan kemungkinan tekanan jual dalam waktu dekat.

Level harga Rp1,59 miliar (US$100.000) merupakan level psikologis penting dan indikator sentimen pasar secara keseluruhan. Namun, upaya Bitcoin untuk menembus US$100.000 masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah arus keluar mingguan dari ETF BTC-spot AS, meskipun November mencatat rekor arus masuk bulanan sebesar US$6,68 miliar, didominasi oleh BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT) dengan kontribusi US$5,33 miliar.

Tren positif ini menunjukkan perubahan signifikan dalam keseimbangan permintaan-penawaran BTC, didukung oleh antisipasi pembaruan regulasi di AS yang memicu lonjakan pengajuan ETF kripto-spot baru. Meskipun harga BTC mencapai US$99.318 pada November, aksi ambil untung oleh investor membutuhkan fase akumulasi ulang sebelum BTC dapat menembus level US$100.000 secara berkelanjutan.

Fyqieh menambahkan bahwa keberhasilan Bitcoin menembus level ini akan memberikan momentum baru bagi pasar kripto. Namun, rotasi investor ke altcoin juga bisa menjadi tantangan. Para analis optimis terhadap masa depan Bitcoin, memproyeksikan harga mencapai Rp1,75 miliar (US$110.000) pada awal 2025. Namun, risiko seperti perubahan regulasi dan tekanan jual tetap perlu dipertimbangkan. Pasar Bitcoin masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen, sehingga investor harus tetap waspada terhadap potensi koreksi mendadak.

Apakah Bitcoin akan mampu menembus level Rp1,59 miliar dan melampaui ekspektasi? Waktu akan menjawabnya.

Berita ini juga terbit di: www.vritimes.com/id

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1