lahatsatu.com – Pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia (BI) dengan disetujuinya Destry Damayanti oleh Komisi XI DPR RI, memunculkan asa baru bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, harapan akan penguatan nilai tukar rupiah di bawah kepemimpinan baru ini tampaknya akan menghadapi tantangan maha berat. Ekonom Senior Didik J Rachbini bahkan melontarkan prediksi mengejutkan: rupiah kemungkinan besar tidak akan mampu menguat signifikan dalam lima tahun ke depan.
Menurut Didik, tugas untuk memperkasa rupiah bukanlah perkara mudah, bahkan cenderung mustahil. Ia menilai, kepemimpinan baru BI tidak akan serta-merta mengubah faktor-faktor penghambat yang selama ini menjadi batu sandungan bagi sektor moneter. "Kepemimpinan baru saya prediksi tidak akan banyak mengubah sistem moneter dan rupiah seperti biasanya tetap akan lemah," tegas Didik.

Indonesia, meski telah menjadi raksasa ekonomi dengan pasar domestik yang masif, ternyata memiliki fondasi yang rapuh di sektor luar negeri. Inilah yang menyebabkan mata uang Garuda sulit untuk terbang tinggi. Struktur ekonomi yang ada, menurut Didik, cenderung "inward looking" atau berorientasi ke dalam. Pengusaha nasional, dengan populasi 293 juta jiwa dan kelas




