Mengunggah rekam medis ke platform kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT menyimpan risiko besar yang perlu dipahami. Meskipun AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Grok menawarkan kemudahan akses informasi, penggunaan data medis di dalamnya menyimpan celah keamanan dan legal yang mengkhawatirkan.
Salah satu bahaya utama adalah potensi penyalahgunaan data oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Di Amerika Serikat, Undang-Undang Portabilitas dan Akuntabilitas Asuransi Kesehatan (HIPAA) melindungi data kesehatan, namun aturan ini tidak berlaku untuk aplikasi konsumen berbasis AI seperti chatbot. Situasi di Indonesia pun serupa; belum ada regulasi khusus AI yang melindungi data kesehatan, meskipun Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengeluarkan surat edaran terkait teknologi ini. Ketiadaan payung hukum ini membuat data kesehatan yang diunggah ke platform AI rentan dan tidak terlindungi.

Proses pelatihan AI membutuhkan data dalam jumlah besar. Data medis yang diunggah berpotensi menjadi bagian dari dataset pelatihan, tanpa detail penggunaan data yang dijelaskan secara transparan oleh perusahaan AI. Laporan investigasi Proof News dan Wired bahkan mengungkap praktik pelatihan AI oleh perusahaan besar seperti Apple, Anthropic, Nvidia, dan Salesforce yang menggunakan data konten video YouTube tanpa izin. Hal serupa juga berpotensi terjadi pada data medis yang diunggah ke platform AI.
Grok, misalnya, secara eksplisit mendorong pengguna untuk mengunggah citra medis, namun kebijakan privasinya menyatakan kemungkinan pembagian data dengan perusahaan terkait tanpa menyebutkan secara spesifik perusahaan mana saja. Lebih jauh lagi, data yang diunggah ke internet, termasuk data medis, berpotensi abadi dan sulit dihapus, terlepas dari jaminan keamanan yang diberikan perusahaan AI.
Kesimpulannya, sebelum mengunggah data medis ke platform AI, pertimbangkan risiko penyalahgunaan data, ketiadaan perlindungan hukum yang memadai, dan potensi data tersebut digunakan untuk pelatihan AI tanpa transparansi yang jelas. Hati-hati dan bijaklah dalam menggunakan teknologi AI, utamakan keamanan dan privasi data pribadi Anda.




