Apple Bidik Bali: Akademi Pengembang dan Pabrik Raksasa

Rencana Apple untuk memperluas investasinya di Indonesia semakin konkret. Selain membangun Apple Developer Academy keempat di Bali pada 2025, raksasa teknologi ini juga didorong pemerintah

Agus sujarwo

Apple Bidik Bali: Akademi Pengembang dan Pabrik Raksasa

Rencana Apple untuk memperluas investasinya di Indonesia semakin konkret. Selain membangun Apple Developer Academy keempat di Bali pada 2025, raksasa teknologi ini juga didorong pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan pabriknya di Tanah Air pada tahun depan.

Informasi ini terungkap dalam acara Apple’s Future Leader di Jakarta. Presentasi di acara tersebut menampilkan peta yang menunjukkan lokasi Apple Developer Academy di Bali, yang akan dibangun berkolaborasi dengan Binus University. Kehadiran akademi ini menambah daftar tiga Apple Developer Academy yang telah beroperasi di Indonesia, dengan total investasi mencapai Rp 1,71 triliun (data Kementerian Perindustrian).

Apple Bidik Bali: Akademi Pengembang dan Pabrik Raksasa
Gambar Istimewa : cdn1.katadata.co.id

Sebelumnya, CEO Apple Tim Cook telah menyatakan komitmen pembangunan akademi di Bali saat kunjungannya ke Indonesia pada April lalu. Namun, rencana tersebut sempat tertunda. Situasi ini sempat memicu larangan penjualan iPhone 16 di Indonesia karena belum terpenuhinya sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Apple memilih membangun Apple Developer Academy sebagai salah satu skema untuk memenuhi persyaratan TKDN. Investasi untuk akademi di Bali ditaksir mencapai Rp 300 miliar. Namun, penundaan pembangunan tersebut membuat Kementerian Perindustrian melakukan peninjauan ulang. Di tengah proses tersebut, Apple menyatakan komitmen investasi senilai US$ 1 miliar di Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Apple telah menyampaikan rencana investasinya secara tertulis, termasuk pembangunan pabrik. "Ini hanya perlu fine-tuning, karena secara tertulis mereka sudah berikan," ujar Rosan. Meskipun Apple menargetkan realisasi investasi pada 2026, pemerintah berupaya mendorong percepatannya menjadi 2025.

Komunikasi intensif terus dilakukan dengan Apple, termasuk pembahasan mengenai vendor penjualan di Indonesia. Rosan menyebutkan, vendor besar yang akan didatangkan diperkirakan mampu menjual produk Apple senilai US$ 1 miliar. "Ini baru vendor pertama, masih ada vendor lain karena satu iPhone 16 saja punya 320 vendor," tambahnya. Dengan demikian, kehadiran Apple di Indonesia bukan hanya sebatas akademi pengembangan, tetapi juga berpotensi menciptakan ekosistem industri teknologi yang lebih luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1