Jakarta, Lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia memberikan sinyal kuat bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap terkendali di bawah ambang batas 3%, meskipun gejolak harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah terus membayangi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas APBN melalui serangkaian langkah strategis. Efisiensi belanja operasional di seluruh kementerian dan lembaga menjadi fokus utama, diiringi dengan upaya intensifikasi penerimaan negara.

"Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus menjaga APBN agar defisitnya tetap di bawah 3%," ungkap Airlangga usai rapat terbatas di Jakarta, Jumat (20/03/2026).
Lebih lanjut, pemerintah tengah mempertimbangkan kebijakan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk opsi bekerja dari rumah (work from home) satu hari dalam seminggu. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap efisiensi operasional. Peluang penerapan kebijakan serupa juga tengah dijajaki untuk sektor swasta.
Selain efisiensi belanja, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor batu bara. Kenaikan harga batu bara sebagai dampak disrupsi pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) akibat perang di Timur Tengah menjadi momentum yang akan dimanfaatkan. Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara tahun 2026 tengah digodok untuk memaksimalkan potensi pendapatan.
"Terkait dengan adanya tambahan harga, maka terhadap batu bara juga akan dihitung terkait dengan pajak ekspor. Harapannya, pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit," jelas Airlangga.
Percepatan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga menjadi prioritas pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan menciptakan sumber energi yang lebih berkelanjutan.
"Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga solar," pungkas Airlangga.



