Jakarta, 27 November 2023 – Amartha, perusahaan fintech peer-to-peer (P2P) lending, telah menerapkan sistem credit scoring berbasis machine learning sejak tahun 2010. Langkah ini jauh mendahului rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah mengembangkan Innovative Credit Scoring (ICS) dengan metode serupa.
CFO Amartha, Ramdhan Anggakaradibrata, mengungkapkan dalam temu media bahwa sistem mereka memproses lebih dari 90 indikator untuk menilai risiko kredit calon peminjam. "Kami punya engine credit scoring yang mampu melakukan asesmen dengan memasukkan lebih dari 90 indikator," jelasnya.

Data tersebut diolah melalui kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan skor risiko kredit, terbagi dalam kelas A hingga E. Kelas A menunjukkan risiko kredit terendah, sementara E menunjukkan risiko tertinggi. Para pemberi pinjaman dapat memilih peminjam sesuai dengan toleransi risiko mereka. Sistem ini memproses 10.000 hingga 15.000 log per hari, atau sekitar 150.000 log per bulan, dan menghasilkan skor kredit secara real-time.
"Ini masif bagi peminjam di seluruh Indonesia, dan menjadi pembeda utama Amartha di pasar," tegas Ramdhan.
Meskipun memanfaatkan teknologi canggih, Amartha tetap melibatkan tenaga kerja untuk melakukan verifikasi lapangan dan berinteraksi langsung dengan peminjam. Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi data yang dimasukkan ke dalam sistem.
Sementara itu, OJK tengah merampungkan regulasi ICS yang direncanakan selesai akhir 2024. ICS akan melengkapi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan memanfaatkan data dari e-commerce, media sosial, serta AI dan machine learning. Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Hasan Fawzi, menargetkan regulasi tersebut rampung dalam waktu dekat.
Ramdhan mengapresiasi inisiatif OJK, namun menekankan perbedaan pendekatan yang diterapkan Amartha. Amartha fokus pada segmen ibu-ibu di pedesaan yang mungkin tidak memiliki akses ke e-commerce atau media sosial.
"Tidak semua peminjam Amartha memiliki akses e-commerce atau media sosial. Oleh karena itu, kami menggabungkan teknologi tinggi dengan sentuhan personal," pungkas Ramdhan.




