AI Agen: Masa Depan Lebih Cerah dari ChatGPT?

Jakarta – Chatbot AI seperti ChatGPT memang populer, terutama sejak pandemi. Namun, prediksi menunjukkan bahwa agen AI akan menjadi primadona di tahun 2025. Hal ini

Agus sujarwo

AI Agen: Masa Depan Lebih Cerah dari ChatGPT?

Jakarta – Chatbot AI seperti ChatGPT memang populer, terutama sejak pandemi. Namun, prediksi menunjukkan bahwa agen AI akan menjadi primadona di tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh IBM Indonesia. Mereka melihat peningkatan minat perusahaan terhadap agen AI untuk diintegrasikan dengan sistem otomatisasi. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan proses pengambilan keputusan.

"Bisnis akan lebih banyak mengambil pendekatan strategis," ujar Presiden Direktur IBM Indonesia, Roy Kosasih, Rabu (4/11) lalu di kantor IBM Indonesia, Jakarta Selatan.

AI Agen: Masa Depan Lebih Cerah dari ChatGPT?
Gambar Istimewa : cdn1.katadata.co.id

Laporan APAC AI Outlook 2025 yang diprakarsai IBM menunjukkan 54% perusahaan di Asia Pasifik berupaya mendapatkan keuntungan jangka panjang dari investasi AI. Upaya ini termasuk pengembangan solusi yang lebih terjangkau dengan memanfaatkan model open source untuk agen AI, serta memastikan integrasi antar teknologi dari berbagai penyedia berjalan lancar.

Agen AI berbeda dengan ChatGPT atau Bing Image Creator. Agen AI dirancang untuk beroperasi secara mandiri, mampu mengambil keputusan, menjalankan tugas, dan beradaptasi berdasarkan informasi real-time tanpa instruksi manusia yang konstan. Perbedaan ini terletak pada Large Language Model (LLM) yang digunakan. LLM pada agen AI dilatih untuk lebih mandiri dan memiliki tingkat otonomi yang lebih tinggi.

LLM sendiri merupakan program yang mampu mengenali, menghasilkan, dan memproses teks. Kemampuan ini memungkinkan interaksi alami dengan pengguna, layaknya percakapan antar manusia. LLM menggunakan machine learning, khususnya model transformer, untuk memprediksi dan mengolah teks. Proses pelatihan LLM membutuhkan dataset yang sangat besar dan terkurasi, terdiri dari ribuan hingga jutaan gigabyte teks.

Beberapa contoh agen AI antara lain asisten virtual Jarvis dari Google (menggunakan Gemini AI 2.0) yang mampu memahami konteks dan menjalankan tugas berbasis web seperti membandingkan harga tiket pesawat; agen AI Meta untuk moderasi konten dan personalisasi; serta Salesforce Einstein GPT untuk otomatisasi pemasaran, penjualan, dan analitik bisnis. Kehadiran agen AI ini menandakan pergeseran paradigma dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1