Setidaknya delapan perusahaan teknologi global menyatakan minat investasi di Indonesia di awal pemerintahan baru. Beberapa di antaranya berencana membangun pabrik dan pusat kecerdasan buatan (AI).
Google dan Nvidia Berkolaborasi di Solo

Google dan Nvidia berencana membangun pusat AI di Solo. CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan dijadwalkan hadir di Indonesia pada 14 November untuk menghadiri acara AI Day 2024 yang diselenggarakan oleh Indosat.
Nvidia disebut-sebut akan menggelontorkan investasi sebesar US$ 200 juta (sekitar Rp 3 triliun) untuk pembangunan pusat AI tersebut. Fasilitas ini akan berlokasi di Solo Technopark, kawasan sains dan teknologi di Surakarta. Pembangunannya dijadwalkan dimulai tahun ini dan diharapkan rampung dalam waktu kurang dari dua tahun, sehingga dapat beroperasi pada 2027.
Apple Bidik Bandung untuk Pabrik Aksesori
Apple dikabarkan tertarik membangun pabrik aksesori iPhone dan iPad di Bandung, Jawa Barat. Nilai investasi yang direncanakan mencapai US$ 10 juta (sekitar Rp 157,5 miliar).
Keputusan ini muncul setelah larangan penjualan iPhone 16 di Indonesia karena Apple belum memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Apple memilih untuk membangun Apple Academy sebagai upaya pengembangan inovasi. Mereka telah membangun tiga Apple Academy di BSD, Batam, dan Surabaya.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menyatakan bahwa perpanjangan sertifikat TKDN untuk produk Apple masih menunggu realisasi pembangunan Apple Academy keempat di Bali. "Jika sudah direalisasikan, maka mereka bisa mendapatkan sertifikasi TKDN dan dapat menjual iPhone 16. Pemasarannya ditunda dulu," ujarnya.
Nokia, Microsoft, dan Yandex Siap Berinvestasi
Perwakilan dari Nokia, Microsoft, dan Yandex bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, ketiga perusahaan menyatakan minat berinvestasi di Indonesia.
Tencent Cloud dan Alibaba Cloud Perkuat Posisi
Tencent Cloud berencana membangun Pusat Data Internet (IDC) ketiga di Indonesia sebagai bagian dari komitmen baru mereka senilai US$ 500 juta. Investasi ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur, sumber daya, dan investasi di Indonesia hingga 2030.
Alibaba Cloud, yang telah mendirikan tiga pusat data di Indonesia, berencana menggandakan jumlah peserta pelatihan menjadi 800 ribu orang pada 2033. Mereka juga akan mendirikan Pusat Keterampilan di Universitas Indonesia (UI) untuk menawarkan pelatihan khusus.
Komitmen ini disampaikan dalam penandatanganan kerja sama dengan GoTo Gojek Tokopedia saat acara Forum Bisnis Indonesia – Cina di Beijing, disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.




























