Warga Bangkok Serbu Pasar di Tengah Banjir

lahatsatu.com – Kondisi mencekam menyelimuti ibu kota Thailand, Bangkok, saat banjir besar masih menyisakan genangan di berbagai sudut kota. Meski air belum sepenuhnya surut, pemandangan

Agus sujarwo

Warga Bangkok Serbu Pasar di Tengah Banjir

lahatsatu.com – Kondisi mencekam menyelimuti ibu kota Thailand, Bangkok, saat banjir besar masih menyisakan genangan di berbagai sudut kota. Meski air belum sepenuhnya surut, pemandangan tak biasa terlihat di sejumlah pasar tradisional. Alih-alih mengungsi atau berdiam diri di rumah, warga justru berbondong-bondong menerjang genangan air demi memastikan stok makanan dan kebutuhan pokok di rumah mereka tetap aman.

Fenomena ini terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Bangkok selama 48 jam tanpa henti. Intensitas hujan yang sangat tinggi mengakibatkan sistem drainase kota tidak mampu menampung debit air, sehingga memicu banjir yang merendam pemukiman dan pusat aktivitas ekonomi. Hingga Senin (28/09/2026) pagi, genangan air dilaporkan masih cukup tinggi di beberapa titik strategis.

Warga Bangkok Serbu Pasar di Tengah Banjir
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pantauan di lapangan menunjukkan perjuangan luar biasa dari para warga. Dengan mengenakan jas hujan, mereka tampak nekat menerobos banjir yang tingginya mencapai paha orang dewasa. Tidak hanya berjalan kaki, warga juga terlihat mendorong troli belanja yang penuh dengan sayur-mayur, bahan pangan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya melewati genangan air yang keruh. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar mereka tidak kesulitan mendapatkan suplai makanan jika sewaktu-waktu banjir semakin meninggi atau akses jalan terputus total.

Kondisi ini juga memicu munculnya berbagai upaya swadaya dari masyarakat. Di beberapa lokasi, terlihat sebuah truk yang dimodifikasi dengan tumpukan kursi plastik di baknya. Kendaraan ini digunakan sebagai alat bantu untuk mengangkut warga yang kesulitan berjalan melewati genangan air yang dalam, sehingga mobilitas masyarakat tetap bisa berjalan meski dalam keterbatasan.

Namun, di balik perjuangan fisik tersebut, muncul gelombang kritik dari masyarakat terhadap pemerintah setempat. Warga mengeluhkan cara pihak berwenang dalam memberikan informasi terkait situasi bencana. Banyak penduduk merasa kesulitan memahami instruksi atau peringatan dini yang disampaikan karena penggunaan istilah-istilah teknis yang terlalu rumit.

Menurut warga, komunikasi yang tidak komunikatif ini membuat mereka sulit melakukan langkah antisipasi yang tepat dan cepat. Mereka berharap pemerintah dapat menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan lugas agar masyarakat awam dapat segera memahami tingkat bahaya dan tindakan apa yang harus diambil untuk menyelamatkan diri maupun harta benda.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Bangkok masih dalam pemantauan ketat. Meskipun air mulai menunjukkan tanda-tanda surut di beberapa wilayah, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat cuaca yang masih tidak menentu. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun tetap sigap dalam menghadapi kemungkinan perubahan cuaca ekstrem di hari-hari mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar