Vietnam Pangkas Harga Listrik dan Bensin

lahatsatu.com – Kabar baik datang dari negara tetangga, Vietnam. Pemerintah Vietnam secara resmi mengumumkan kebijakan besar dengan menurunkan tarif listrik eceran dan menghapus pajak konsumsi

Agus sujarwo

Vietnam Pangkas Harga Listrik dan Bensin

lahatsatu.com – Kabar baik datang dari negara tetangga, Vietnam. Pemerintah Vietnam secara resmi mengumumkan kebijakan besar dengan menurunkan tarif listrik eceran dan menghapus pajak konsumsi khusus untuk bahan bakar minyak (bensin). Langkah strategis ini mulai diberlakukan secara efektif pada 1 November 2026, sebuah keputusan yang diharapkan mampu memberikan napas lega bagi masyarakat luas serta para pelaku industri di negara tersebut.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah Vietnam dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan turunnya biaya energi, beban pengeluaran rumah tangga diharapkan dapat berkurang, sementara biaya operasional bagi sektor usaha dapat ditekan, sehingga daya saing ekonomi tetap terjaga di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Vietnam Pangkas Harga Listrik dan Bensin
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan data yang dihimpun, penurunan tarif listrik eceran di Vietnam rata-rata mencapai angka 2 persen. Dengan kebijakan baru ini, harga listrik kini berada di angka 2.159,9 dong per kilowatt-jam (kWh), atau setara dengan US$ 0,085 per kWh, belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN). Penurunan ini menjadi angin segar bagi sektor industri yang sangat bergantung pada konsumsi energi listrik yang besar.

Tidak hanya listrik, sektor transportasi juga mendapatkan dampak langsung dari kebijakan ini. Pemerintah Vietnam memutuskan untuk menghapus pajak konsumsi khusus untuk produk bensin, yang sebelumnya berada pada kisaran 7% hingga 10%. Dengan penghapusan pajak ini, harga bensin di pasar diharapkan akan turun secara signifikan. Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan pemangkasan pajak bensin ini direncanakan akan berlaku sementara hingga akhir Maret 2027.

Pemerintah Vietnam menegaskan bahwa langkah berani ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Selain untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional, kebijakan ini juga memiliki misi sosial, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat dengan cara menurunkan biaya hidup sehari-hari.

"Keputusan tersebut dimaksudkan untuk membantu menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung kesejahteraan sosial dan aktivitas bisnis," tulis pernyataan resmi dari pemerintah Vietnam.

Langkah agresif ini juga merupakan bagian dari upaya Vietnam untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang sangat ambisius, yakni di atas 10% pada tahun ini. Untuk mencapai target pertumbuhan yang fantastis tersebut, Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat tahun 2026 harus mampu melampaui angka 12,5%. Dengan menekan biaya energi dan transportasi, pemerintah optimis roda ekonomi akan berputar lebih cepat dan mendorong konsumsi domestik serta aktivitas manufaktur ke level yang lebih tinggi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar