lahatsatu.com – Kondisi pasar pangan di tanah air menunjukkan dinamika yang cukup kontras pada akhir pekan ini. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Minggu (1/11/2026), masyarakat kini dihadapkan pada situasi di mana beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, sementara komoditas lainnya justru mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Fluktuasi harga ini terlihat jelas pada kelompok komoditas protein dan karbohidrat. Daging sapi menjadi salah satu item yang mencatatkan kenaikan. Untuk daging sapi kualitas 2, harganya merangkak naik sebesar 0,14% atau sekitar Rp 200, sehingga kini dibanderol Rp 143.700 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas 1 juga tidak luput dari kenaikan tipis sebesar 0,1% yang membuat harganya menyentuh angka Rp 152.700 per kilogram.

Tak hanya daging, komoditas gula pasir juga menunjukkan tren penguatan harga. Gula pasir kualitas premium mengalami kenaikan sebesar 0,24% menjadi Rp 20.600 per kg. Di sisi lain, gula pasir lokal juga naik sebesar 0,52% atau sekitar Rp 100, yang kini dihargai Rp 19.500 per kg.
Kenaikan yang paling dirasakan masyarakat adalah pada sektor beras. Hampir di seluruh tingkatan kualitas, harga beras terpantau menguat. Beras kualitas bawah I naik 0,34% menjadi Rp 14.950 per kg, disusul beras kualitas bawah II yang naik 0,34% menjadi Rp 14.800 per kg. Bahkan, beras kualitas super II juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,29% menjadi Rp 17.450 per kg. Meski demikian, untuk beras kualitas medium I dan II serta beras kualitas super I, harganya terpantau masih stabil atau tidak mengalami perubahan.
Kabar baik datang dari sektor bumbu dapur, khususnya keluarga cabai. Terjadi penurunan harga yang cukup tajam pada komoditas ini. Cabai rawit merah mencatatkan penurunan paling drastis sebesar 6,56% atau turun sekitar Rp 6.750, sehingga harganya kini berada di level Rp 96.200 per kg. Cabai merah besar juga turun signifikan sebesar 5,29% menjadi Rp 71.600 per kg. Penurunan juga dialami oleh cabai rawit hijau yang turun 1,32% menjadi Rp 78.350 per kg, serta cabai merah keriting yang turun 3,02% menjadi Rp 83.500 per kg.
Selain cabai, harga protein hewani lainnya seperti daging ayam ras segar juga mengalami penurunan sebesar 2,38% atau turun Rp 950 menjadi Rp 39.000 per kg. Begitu pula dengan telur ayam ras segar yang turun tipis 0,68% menjadi Rp 29.350 per kg. Untuk bawang merah ukuran sedang, harganya terpantau stabil di angka Rp 37.100 per kg, sementara bawang putih ukuran sedang mengalami penurunan tipis 0,52% menjadi Rp 38.250 per kg.
Pergerakan harga yang tidak merata ini menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur belanja dapur harian guna menyikapi perubahan harga pangan yang terjadi secara dinamis di pasar.




