Jakarta, Lahatsatu.com – Di era modern ini, mengelola keuangan bukan lagi sekadar menabung. Banyak orang mulai melirik investasi sebagai cara untuk mempersiapkan masa depan. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan mendasar antara menabung dan berinvestasi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun Instagram @kontak157 menjelaskan perbedaan ini dengan konsep "uang diam" dan "uang bekerja". Uang diam adalah dana yang disimpan di rumah, dompet, atau brankas. Meskipun terkesan aman, uang ini terus tergerus inflasi setiap tahun dan tidak menghasilkan keuntungan.

Sebaliknya, "uang bekerja" adalah dana yang diinvestasikan dalam berbagai aset. Investasi ini berpotensi tumbuh melalui bunga, dividen, atau capital gain. Meskipun ada risiko, risiko ini dapat dikelola dengan strategi yang tepat.
"Jangan cuma kerja buat uang, biarin uang juga kerja buat kamu," demikian imbauan dalam unggahan tersebut.
Menabung memang penting, namun tidak cukup untuk menjamin ketahanan finansial di masa depan. Investasi menjadi kunci untuk mengembangkan aset dan mencapai tujuan keuangan. Semakin cepat kita menyadari bahwa menabung saja tidak cukup, semakin cepat pula kita dapat mengambil langkah untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.




