Trump Tunda Serangan ke Iran, Beri Waktu 5 Hari untuk Negosiasi

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan menunda rencana serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan. Keputusan ini diambil

Agus sujarwo

Trump Tunda Serangan ke Iran, Beri Waktu 5 Hari untuk Negosiasi

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan menunda rencana serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan. Keputusan ini diambil beberapa jam sebelum tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan AS untuk melancarkan serangan.

Melalui platform Truth Social, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan intensif selama dua hari terakhir. Pembicaraan ini bertujuan untuk mencapai resolusi komprehensif terhadap konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Trump Tunda Serangan ke Iran, Beri Waktu 5 Hari untuk Negosiasi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total atas perselisihan di Timur Tengah," tulis Trump, seperti dikutip Lahatsatu dari CNBC, Senin (23/03/2026).

Sebagai tindak lanjut dari perundingan tersebut, Trump menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk menangguhkan semua serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Sebelumnya, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya dalam waktu 48 jam, terhitung sejak Sabtu (21/03). Serangan tersebut ditargetkan akan dimulai pada pukul 19.44 EDT (2344 GMT) pada hari Senin.

Ancaman ini mendapat balasan dari Garda Revolusi Iran, yang mengarahkan serangan balasan ke pembangkit listrik di Israel. Iran juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik yang memasok energi ke pangkalan-pangkalan AS di seluruh wilayah Teluk.

Eskalasi saling ancam ini menimbulkan kekhawatiran serius akan terganggunya pasokan listrik ke negara-negara di kawasan Teluk, serta berpotensi mengganggu proses desalinasi air yang krusial.

Konflik yang berdampak luas ke negara-negara di kawasan Teluk ini telah mengguncang pasar keuangan global, mendorong kenaikan harga bahan bakar, memicu kekhawatiran inflasi global, dan menguji soliditas aliansi Barat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar