Jakarta, Lahatsatu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menekan Iran terkait ekspor minyaknya, khususnya ke China. Kesepakatan ini terungkap dari laporan Axios yang mengutip sumber pejabat tinggi AS, setelah pertemuan keduanya di Gedung Putih.
Fokus utama dari kesepakatan ini adalah mengurangi volume ekspor minyak Iran ke China, yang merupakan pasar utama bagi negara tersebut. "Kami sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran, termasuk terkait penjualan minyak mereka ke China," ungkap seorang pejabat senior AS seperti dikutip Reuters, Senin (16/02/2025).

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa kerja sama perdagangan antar negara, yang dilakukan sesuai dengan hukum internasional, adalah hal yang wajar, sah, dan harus dihormati serta dilindungi. China sendiri diketahui menyerap lebih dari 80% ekspor minyak Iran.
Potensi penurunan ekspor minyak ke China diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap pendapatan Iran. Di tengah tensi yang meningkat, diplomat AS dan Iran baru-baru ini melakukan pembicaraan tidak langsung mengenai program nuklir Iran dengan mediasi Oman, sebagai upaya menghidupkan kembali jalur diplomasi.
Langkah ini diambil seiring dengan penempatan armada kapal perang AS di kawasan tersebut, serta persiapan militer Amerika untuk menghadapi kemungkinan operasi terhadap Iran dalam beberapa minggu mendatang.




