Jakarta, Lahatsatu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan keras terkait serangan Israel ke ladang gas South Pars di Iran. Trump menyebut Israel "marah" dan melancarkan serangan tersebut, yang memicu eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Serangan terhadap ladang gas South Pars, yang merupakan bagian Iran dari cadangan gas alam terbesar di dunia, telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan ancaman balasan dari Iran. Teheran mengancam akan menyerang fasilitas minyak dan gas di seluruh Teluk, bahkan telah menembakkan rudal ke Qatar dan Arab Saudi.

QatarEnergy, perusahaan minyak negara Qatar, melaporkan "kerusakan luas" akibat serangan rudal Iran ke Ras Laffan Industrial City, yang memproses sekitar seperlima pasokan gas global. Sementara itu, Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan empat rudal balistik yang diluncurkan ke Riyadh.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui serangan Israel sebelumnya. Ia juga memperingatkan Iran untuk tidak menyerang Qatar, yang merupakan sekutu dekat AS dan tuan rumah pangkalan militer terbesar AS di Teluk.
"TIDAK AKAN ADA LAGI SERANGAN OLEH ISRAEL terhadap ladang South Pars ini kecuali Iran secara bodoh menyerang Qatar yang tidak bersalah," tegas Trump melalui akun X-nya.
Trump bahkan mengancam akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars dengan kekuatan yang belum pernah dilihat Iran sebelumnya jika Iran menyerang Qatar.
Eskalasi konflik ini semakin mengganggu pasokan energi global yang sudah terguncang. Trump mempertimbangkan untuk mengirim ribuan pasukan tambahan AS ke Timur Tengah untuk memastikan keamanan jalur kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.



