lahatsatu.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, atau yang akrab disebut Danantara, baru-baru ini mencetak rekor gemilang di kancah keuangan global. Penawaran surat utang atau obligasi internasional mereka sukses besar, berhasil meraup dana segar hingga US$ 1,5 miliar, setara dengan sekitar Rp 26,55 triliun. Yang lebih mencengangkan, permintaan terhadap obligasi ini membludak hingga tiga kali lipat dari target, menunjukkan antusiasme luar biasa dari para investor dunia.
Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, mengungkapkan bahwa puncak pesanan obligasi global ini mencapai angka fantastis US$ 4,6 miliar, atau sekitar Rp 81,40 triliun. Fenomena kelebihan permintaan yang masif ini menjadi bukti konkret keyakinan pasar internasional terhadap prospek ekonomi dan stabilitas investasi di Indonesia.

Rosan menjelaskan lebih lanjut, obligasi global tersebut terbagi dalam dua tenor berbeda. Untuk tenor lima tahun, Danantara berhasil mengumpulkan US$ 750 juta dengan imbal hasil (yield) sebesar 5,35%. Sementara itu, obligasi dengan tenor sepuluh tahun juga sukses menarik US$ 750 juta dengan yield 5,95%. "Pencapaian ini sungguh luar biasa dan membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan sebuah realitas yang ter




