Jakarta, 24 Desember 2024 – Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada Januari 2025 tak akan membebani pembeli di ShopTokopedia. Hal ini disampaikan Kepala Komunikasi Tokopedia dan TikTok E-Commerce, Aditia Grasio Nelwan, usai Media Gathering di Jakarta kemarin.
Aditia menegaskan, penentuan harga barang sepenuhnya berada di tangan penjual. "Penjual yang menentukan harga barang di platform kami. Untuk platform, kami masih berdiskusi dengan asosiasi dan pemerintah terkait," ujarnya.

Soal dampak kenaikan PPN terhadap biaya administrasi atau layanan di ShopTokopedia, Aditia menyatakan belum ada keputusan. "Kita belum berspekulasi mengenai pengaruh PPN terhadap biaya transaksi," tambahnya.
Sementara itu, kampanye Promo Guncang 12.12 ShopTokopedia menorehkan prestasi gemilang. Nilai transaksi meningkat hingga 50 kali lipat melalui fitur live TikTok dibandingkan hari biasa. Produk kecantikan dan perawatan diri, fashion wanita, dan fashion muslim menjadi kategori terlaris di ShopTokopedia, berbeda dengan Tokopedia yang didominasi produk kecantikan, handphone/elektronik, dan fashion pria.
Promo tersebut juga berdampak positif bagi UMKM. Kenaikan pendapatan UMKM tercatat hingga 115%, sementara kampanye Beli Lokal mendorong peningkatan penjualan hingga 70%. Perilaku belanja pembeli di kedua platform juga berbeda. Pembeli Tokopedia cenderung sudah tahu barang yang ingin dibeli, sementara pembeli ShopTokopedia lebih banyak terpengaruh konten video TikTok, dengan 92% pengguna mengaku terdorong membeli setelah menonton video di platform tersebut.
Menjelang Natal, produk hampers (kue kering dan cokelat), pohon Natal, dan hiasan Natal mengalami peningkatan pesanan hingga hampir tiga kali lipat di Tokopedia.




