Jakarta, Lahatsatu.com – Di tengah tensi geopolitik global yang memanas antara Israel dan Iran, keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan. Menanggapi hal ini, Tenaga Ahli Utama Bidang Ekonomi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Fithra Faisal Hastiadi, menegaskan bahwa peran TNI dalam program tersebut merupakan bagian integral dari upaya memperkuat ketahanan nasional.
Fithra menjelaskan bahwa program MBG dan swasembada pangan memiliki peran krusial dalam menopang ketahanan ekonomi, energi, dan pangan. Keterlibatan TNI dalam aspek teritorial dan membantu mewujudkan kecukupan pangan adalah wujud dari pertahanan semesta.

"Jika kita melihat mengapa TNI kita turun dalam aspek teritorial, mengapa turun membantu food sufficiency? Ya, karena itu adalah bagian dari ketahanan keamanan, pertahanan semesta," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Fithra juga menyoroti pertumbuhan sektor pertanian yang mencapai 10,53% pada kuartal I 2025, serta inflasi yang terkendali di angka 1,6% year-on-year (YoY). Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa kapasitas produktif dalam negeri mampu menahan laju inflasi di tengah gejolak ekonomi global.
Lebih lanjut, Fithra menekankan bahwa ketahanan energi dan pangan adalah bagian penting dari mitigasi risiko. Pemerintah telah mengidentifikasi berbagai potensi risiko dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi merupakan salah satu wujud dari upaya tersebut. Kebijakan ini bertujuan untuk merealokasikan anggaran dari sektor yang kurang produktif ke sektor yang lebih produktif. Fithra mencontohkan peninjauan anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) di berbagai kementerian yang mencapai Rp 44 triliun. Anggaran tersebut kemudian dialihkan kembali sesuai dengan prinsip keuangan negara yang mengutamakan fungsi.




