lahatsatu.com – Upaya memperkuat standar keselamatan di jalur perlintasan kereta api terus dikebut oleh KAI Properti. Perusahaan ini tengah melakukan percepatan pembangunan gardu pengawas pada 190 titik Jalur Pelintasan Langsung (JPL) yang tersebar di berbagai wilayah operasional di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna meminimalisir risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi perhatian serius.
Hingga memasuki awal Oktober 2026, progres pembangunan fisik menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Tercatat, pekerjaan sipil telah berhasil diselesaikan di 188 lokasi, atau mencapai angka 98,95 persen dari total target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI Properti dalam meningkatkan fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan maupun penumpang kereta api.

Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengungkapkan bahwa saat ini fokus utama tim di lapangan adalah menuntaskan sisa titik yang belum selesai. Setelah pekerjaan sipil rampung, tahapan selanjutnya adalah pemasangan gardu modular serta berbagai perangkat pendukung lainnya.
"Saat ini pekerjaan sudah menjangkau 188 dari 190 lokasi yang direncanakan. Fokus kami adalah memastikan setiap titik diselesaikan secara bertahap. Tujuannya agar gardu beserta seluruh fasilitas pendukungnya bisa segera dioperasikan untuk memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang," ujar Bramantya dalam pernyataan resminya.
Selain pembangunan fisik gardu, proses pengadaan perlengkapan pendukung seperti rambu lalu lintas, palang pintu otomatis, hingga alat komunikasi juga terus berjalan. Pengiriman unit modular ke berbagai wilayah operasional dilakukan secara sistematis mengikuti kesiapan masing-masing lokasi JPL.
Namun, pembangunan infrastruktur yang canggih tidak akan berarti tanpa kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, KAI Properti juga melakukan langkah masif dalam menyiapkan personel lapangan. Hingga saat ini, sebanyak 739 orang telah dinyatakan lulus sertifikasi kompetensi dan sedang dipersiapkan untuk segera bertugas.
Secara total, dibutuhkan 748 petugas PJL untuk mengawal 190 titik JPL yang tersebar di 13 wilayah Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre) KAI. Proses penyiapan personel ini melalui tahapan yang ketat, mulai dari rekrutmen, seleksi, pembekalan materi, hingga uji sertifikasi kompetensi.
Bramantya menekankan pentingnya sinkronisasi antara kesiapan infrastruktur dan kesiapan petugas. Menurutnya, pembangunan fisik dan penyiapan personel harus berjalan beriringan agar saat gardu siap digunakan, petugas yang bertugas juga sudah dalam kondisi siap tempur di lapangan.
"Ketika pembangunan gardu dan fasilitas pendukung selesai, personel harus sudah siap di posisinya. Itulah mengapa percepatan pembangunan kami lakukan bersamaan dengan proses sertifikasi petugas, sehingga infrastruktur dan manusia dapat berfungsi secara selaras," tambahnya.
Melalui integrasi antara teknologi infrastruktur dan kompetensi petugas, KAI Properti berharap standar keselamatan di perlintasan sebidang dapat meningkat secara drastis, menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.




