lahatsatu.com – Sebuah era baru perdagangan komoditas strategis di Indonesia segera dimulai. Timah, logam penting yang memiliki sejarah panjang dalam transaksi bursa, dipastikan menjadi primadona pembuka di Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX). Langkah ini menandai komitmen pemerintah untuk menciptakan pasar yang lebih transparan dan likuid bagi mineral strategis.
Menurut Sarjito, Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemilihan timah sebagai komoditas perdana ICOMEX bukan tanpa alasan. Timah telah lama diperjualbelikan di bursa komoditas dan derivatif seperti Jakarta Futures Exchange (JFX). Namun, Sarjito mengakui bahwa partisipasi di JFX masih terbatas, sehingga eksposur perdagangannya belum maksimal.

Keyakinan akan kesuksesan ICOMEX dalam meningkatkan volume transaksi timah sangat besar. Hal ini didukung oleh keterlibatan aktif holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan, MIND ID, serta regulasi pemerintah yang mewajibkan transaksi melalui bursa. "Dengan upaya pemerintah melibatkan MIND ID dan ketentuan-ketentuan yang ada, kita akan melihat bursa ini menjadi sangat bagus," ujar Sarjito dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Arah kebijakan pemerintah melalui ICOMEX juga berfokus pada peningkatan transparansi, baik pada tahap awal operasional maupun dalam skema bisnis antarperusahaan (B2B). OJK berharap ICOMEX akan menarik banyak pelaku pasar, sehingga bursa menjadi lebih ramai dan likuiditas pasar terbentuk secara optimal. "Bursa akan menjadi makin ramai karena pemainnya banyak, mau tidak mau harus bermain di bursa, sehingga likuiditas akan terbentuk," jelasnya.
Lebih jauh, ICOMEX diharapkan mampu melayani kebutuhan industri domestik dan menjadi pendorong utama hilirisasi serta industrialisasi. Dengan meningkatnya permintaan pasar, fasilitas produksi dalam negeri, seperti smelter, akan bekerja lebih optimal. Sarjito mencontohkan bagaimana nikel bisa diproses di dalam negeri hingga menjadi komponen baterai kendaraan listrik, menunjukkan potensi besar ICOMEX dalam mendukung ekosistem industri nasional.




