lahatsatu.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto membeberkan janji manis terkait program Koperasi Desa Merah Putih yang digagasnya. Menurut Prabowo, masyarakat Indonesia akan mulai merasakan dampak positif berupa harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau, paling cepat mulai tahun depan. Saat ini, pemerintah tengah berupaya keras mempercepat kesiapan operasional ribuan koperasi di berbagai pelosok desa.
Prabowo menjelaskan, inti dari Koperasi Desa Merah Putih adalah memangkas jalur distribusi komoditas dari petani langsung ke tangan konsumen. Dengan demikian, rantai pasok yang panjang dan berliku dapat dipersingkat secara signifikan. Hal ini diharapkan mampu menekan biaya logistik dan berbagai pungutan yang selama ini membebani harga jual produk.

Dalam paparannya pada acara "Presiden Prabowo Menjawab" Kamis 17 September 2026, Prabowo menyoroti praktik distribusi konvensional yang kerap melibatkan hingga lima lapis perantara. Setiap perantara ini, kata Prabowo, mengambil margin keuntungan sekitar 30-40 persen. Jika diakumulasikan, beban ekonomi akibat margin perantara ini bisa mencapai angka fantastis Rp 313 triliun. Kondisi ini dinilai sangat merugikan, baik bagi petani yang tidak mendapatkan harga jual optimal maupun konsumen yang harus membayar lebih mahal.
Melalui Koperasi Desa Merah Putih, Prabowo menjanjikan skema distribusi yang jauh lebih efisien. Produk dari petani hanya akan melewati satu perantara, yaitu koperasi itu sendiri, dengan margin keuntungan yang ditekan rendah, sekitar 5-10 persen. Dengan model ini, potensi penghematan ekonomi secara akumulatif diperkirakan mencapai Rp 50 triliun. Dampak penuh dari program ini, lanjut Prabowo, diprediksi akan terasa pada akhir 2027 atau 2028.




