lahatsatu.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit memberikan jaminan penuh terkait ketersediaan anggaran untuk mendukung berbagai inisiatif pemerintah yang berbasis komoditas kelapa sawit. Kepastian ini muncul di tengah bergulirnya program-program strategis, termasuk implementasi B50 serta skema harga khusus bahan bakar solar non-subsidi bagi para nelayan.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengungkapkan bahwa kebutuhan pembiayaan untuk program biodiesel tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar Rp 32,3 triliun. Meskipun demikian, Alfansyah menegaskan bahwa program vital lain seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia, tidak akan terganggu dan tetap mendapatkan alokasi dana yang memadai. "Dana untuk PSR, sarpras, riset, dan SDM harus tetap ada," tegas Alfansyah dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

Selain fokus pada B50, BPDP juga aktif membahas dukungan finansial untuk program solar khusus nelayan. Skema ini akan menyediakan 400 ribu kiloliter solar non-subsidi dengan harga istimewa. Alfansyah memperkirakan bahwa kebutuhan anggaran untuk program ini tidak akan melebihi Rp 1,5 triliun, dan




